Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Tuntut Akuntabilitas Pemerintah, Ribuan Mahasiswa Filipina Gelar Walkout Tolak Pemangkasan Dana Pendidikan

 


SARIBERITA.ID, Quezon City - Ribuan mahasiswa dari Universitas Filipina Diliman yang berlokasi di Quezon City menggelar aksi unjuk rasa dan walkout secara besar-besaran[cite: 2]. Aksi turun ke jalan ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap dugaan maraknya praktik korupsi di dalam tubuh pemerintah serta menolak rencana pemangkasan anggaran pendidikan nasional[cite: 2].

Dalam aksinya, para demonstran dari kalangan mahasiswa tersebut berkumpul di area Palma Hall sebelum akhirnya melakukan aksi long march mengelilingi kampus[cite: 2]. Mereka tampak membawa berbagai poster dan spanduk yang menyuarakan terkait pentingnya perlindungan hak pendidikan serta desakan kuat untuk memberantas korupsi[cite: 2]. Aksi unjuk rasa ini juga diwarnai dengan berbagai seruan yang menuntut adanya perubahan sistem pemerintahan secara komprehensif dan mendesak agar sektor pendidikan mendapat porsi perhatian yang jauh lebih besar dari negara[cite: 2].

Gema protes ini nyatanya tidak hanya berpusat di satu titik kampus saja[cite: 2]. Aksi serupa dilaporkan juga digelar secara serentak di sejumlah kampus Universitas Filipina lainnya serta di Politeknik Universitas Filipina[cite: 2]. Sejumlah mahasiswa dalam orasinya menilai bahwa masalah korupsi di Filipina saat ini bukan sekadar kejahatan oknum semata, melainkan sudah menjadi persoalan institusional yang sangat membutuhkan perubahan struktural di berbagai tingkatan pemerintahan[cite: 2].

Penolakan utama gerakan mahasiswa ini didasari oleh ancaman pengurangan dana pendidikan yang dinilai sangat merugikan kelangsungan institusi akademik mereka di masa depan[cite: 2]. Perwakilan Dewan Mahasiswa Universitas Filipina Diliman memaparkan besaran pemotongan anggaran yang membayangi kampus tersebut[cite: 2]. "Rancangan anggaran nasional 2027 berisi potensi pengurangan dana untuk sistem Universitas Filipina yang angkanya mencapai sebesar sekitar 2,95 miliar peso," tegas Perwakilan Dewan Mahasiswa Universitas Filipina Diliman[cite: 2].

Menutup aksi tersebut, para mahasiswa menyatakan dengan tegas bahwa aksi protes dan walkout semacam ini akan terus dilakukan ke depannya[cite: 2]. Langkah perlawanan ini diambil guna terus menyoroti berbagai isu pendidikan dan memastikan tegaknya akuntabilitas pemerintah secara nyata terhadap rakyatnya[cite: 2]. [SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰