Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kematian Mantan Pejuang Kurdi Picu Gelombang Protes Massal di Suriah Timur Laut


SARIBERITA.ID
- Gelombang protes massal dan ketegangan baru melanda kawasan Suriah timur laut menyusul tewasnya seorang mantan pejuang Kurdi, Siban Haso. Ratusan pelayat yang diselimuti duka mendalam tampak mengiringi pemakaman Haso di Hasakah, Suriah.

Dalam prosesi pemakaman tersebut, pihak keluarga bersama ratusan warga setempat secara tegas menuntut agar aparat segera mengadili pelaku pembunuhan. Warga juga mendesak adanya jaminan keamanan agar tidak ada lagi korban jiwa berikutnya yang jatuh dari kalangan mantan pejuang maupun warga sipil.

Suasana haru terekam jelas saat para pelayat menangis sambil mengusung peti jenazah Haso. Insiden pembunuhan yang terjadi pada hari Kamis lalu ini telah memicu rentetan aksi protes yang meluas, tidak hanya di Hasakah tetapi juga merambat hingga ke wilayah Ayn al-Arab, atau yang juga dikenal luas sebagai Kobani.

Salah seorang Warga/Pelayat yang mewakili aspirasi masyarakat Kurdi di lokasi menyatakan bahwa masyarakat Kurdi sangat berharap proses integrasi mantan anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) ke dalam institusi resmi negara dapat membawa dampak nyata. Mereka mendambakan integrasi tersebut mampu menjamin keamanan dan mewujudkan pengakuan hak-hak masyarakat Kurdi di Suriah.

Sebagai informasi, Siban Haso sebelumnya diketahui telah resmi bergabung dengan Brigade Hasakah yang berada langsung di bawah naungan Kementerian Pertahanan Suriah. Bergabungnya Haso merupakan bagian dari proses integrasi milisi ke dalam struktur keamanan negara.

Terkait kronologi tewasnya korban, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights), selaku lembaga pemantau independen, memberikan keterangan resminya. Pihak Observatorium menyebutkan bahwa Haso diyakini telah diculik terlebih dahulu oleh pihak tak bertanggung jawab, sebelum akhirnya jasadnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kasus pembunuhan ini kini menjadi pemantik ketegangan baru di wilayah-wilayah yang mayoritas penduduknya adalah etnis Kurdi, terlebih insiden ini terjadi tepat di tengah berlangsungnya proses transisi dan integrasi pasukan SDF ke dalam tubuh militer negara Suriah.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰