Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

TIM RESCUE PERLUAS PENCARIAN 5 JURNALIS YANG HILANG SAAT MELIPUT ANAK KRAKATAU


SARIBERITA.ID
Tim Rescue USS Pandeglang bersama tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya operasi pencarian di perairan Selat Sunda. Hingga hari ini, tim berupaya keras memperluas area pencarian terhadap lima orang jurnalis dan dua awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat sedang melakukan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Api Anak Krakatau, Banten.

Berdasarkan kronologi kejadian, kapal yang ditumpangi oleh kelima jurnalis foto beserta dua awak kapal tersebut diketahui mulai bertolak pada hari Senin lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan ini memulai perjalanan mereka melalui Dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, dengan tujuan berlayar mendekati kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk keperluan peliputan jurnalistik.

Namun, komunikasi dengan kapal tersebut terputus tidak lama setelah keberangkatan. Kontak terakhir dengan rombongan jurnalis itu tercatat terjadi pada pukul 14.42 WIB. Sebelum benar-benar hilang kontak, salah satu penumpang di dalam kapal naas tersebut dilaporkan masih sempat mengirimkan titik posisi terakhirnya kepada seorang rekan sesama jurnalis di darat dan juga kepada anggota keluarganya.

Adapun identitas dari kelima jurnalis yang menjadi korban hilang dalam tugas peliputan tersebut saat ini telah teridentifikasi oleh otoritas terkait. Mereka adalah M. Bagus Khoirunas yang merupakan fotografer dari media Antara Banten, Arie Basuki yang merupakan jurnalis Merdeka, Yudis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang berstatus sebagai jurnalis freelance.

Menindaklanjuti insiden hilangnya para awak media tersebut, operasi pencarian pada hari ini difokuskan pada sebuah titik kordinat yang spesifik. Langkah pemusatan pencarian ini diambil sesuai dengan arahan langsung dari SAR Mission Coordinator yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten, di mana tim diminta menyisir area di sekitar titik lokasi terakhir yang sempat dikirimkan oleh korban.

Untuk mendukung operasi pencarian darurat ini, pihak tim rescue telah mengerahkan sejumlah armada laut untuk menyisir perairan Selat Sunda. Tim gabungan telah menggerakkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) yang sempat turun dan kini telah kembali ke Dermaga Marina, serta kapal KN SAR Tetuka yang hingga saat ini masih terus beroperasi di perairan; meski sayangnya keberadaan kapal maupun para korban belum berhasil ditemukan.

Terkait dengan sulitnya menemukan para korban, Kasi Ops Basarnas Banten, Rizki Dwianto, menjelaskan bahwa proses pencarian di lapangan dihadapkan pada kendala alam yang cukup berisiko. Ia mengungkapkan bahwa rintangan yang harus diwaspadai oleh tim penyelamat adalah dampak langsung dari erupsi Gunung Anak Krakatau, di mana sebaran abu vulkanik masih menyelimuti area perairan dan cukup menyulitkan pergerakan.

Lebih lanjut, Rizki Dwianto memaparkan bahwa faktor cuaca laut yang kurang bersahabat di Selat Sunda semakin memperberat jalannya operasi pencarian. Kuatnya arus air laut ditambah dengan tingginya gelombang menjadi hambatan nyata bagi tim di lapangan, sehingga hal-hal tersebut pada akhirnya membuat pelaksanaan operasi SAR belum dapat berjalan dengan hasil yang maksimal hingga hari ini.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰