SARIBERITA.ID — Aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di Selat Sunda, Lampung, dilaporkan masih terus mengalami erupsi. Gunung tersebut kembali melontarkan abu vulkanik pada Selasa malam.
Meskipun lontaran abu vulkanik berpotensi lemah, pihak berwenang tetap mengimbau warga agar selalu waspada. Berdasarkan laporan yang bersumber dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, erupsi tersebut terjadi pada 8 September 2026.
Pada erupsi kali ini, ketinggian kolom abu tidak teramati. Namun, aktivitas tersebut terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 54 milimeter dan berlangsung dengan durasi kurang lebih 31 detik. Sementara itu, kabut asap dari kawah gunung juga tidak dapat diamati secara visual. Hal ini terjadi karena kamera pengawas (CCTV) yang ada di lapangan mengalami mati total, yang diduga sebagai dampak dari erupsi tersebut.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan pada Level 3 (Siaga). Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dan siapa pun dilarang keras untuk beraktivitas atau berada di dalam kawasan gunung dengan radius jarak 3 kilometer dari kawah.





0 Komentar