SARIBERITA.ID
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kalimantan Selatan, kembali membuat gebrakan dengan memperluas akses pendidikan bagi para warga binaannya hingga ke tingkat magister atau strata dua (S2). Langkah progresif ini menjadi bagian dari komitmen nyata dalam upaya meningkatkan kemandirian sekaligus menekan angka residivisme. Sebanyak 10 warga binaan dinyatakan lolos tahap asesmen dan kini bersiap untuk menempuh program pendidikan tingkat lanjut tersebut.
Peresmian program ini ditandai dengan pemasangan jas almamater secara simbolis kepada salah satu perwakilan peserta oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Selatan, R.W.D. Suprianto. Melalui pendidikan akademik jenjang magister ini, diharapkan para warga binaan mampu mengubah pola pikir menjadi lebih baik, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri dengan bekal keilmuan yang mumpuni sebelum nantinya kembali bersosialisasi di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, R.W.D. Suprianto mengapresiasi secara khusus kelengkapan program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas Narkotika Karang Intan. Menurutnya, program pendidikan di lapas tersebut terbilang sangat lengkap jika dibandingkan dengan lembaga pemasyarakatan lainnya yang rata-rata hanya memiliki satu atau dua program saja. Fasilitas pendidikan yang ditawarkan di Lapas Karang Intan mencakup dari tingkat dasar seperti pemberantasan buta aksara, program pendidikan kesetaraan atau Paket A, B, dan C, hingga pendidikan tinggi untuk jenjang strata satu (S1) dan strata dua (S2). Harapannya, Lapas Karang Intan dapat menjadi percontohan lapas dengan program pendidikan terlengkap.
Selain mendapatkan akses pendidikan formal, para warga binaan di Karang Intan juga tidak luput dibekali dengan berbagai keterampilan wirausaha terapan. Hal ini dilakukan agar mereka dapat mandiri secara finansial di masa depan, dengan pelatihan yang meliputi usaha kuliner seperti berdagang makanan dan minuman, hingga keahlian memproduksi kerajinan lokal kebanggaan daerah, yakni kain sasirangan.
[SB.102/CAHAYA]


.jpg)


0 Komentar