SARIBERITA.ID, Kubu Raya - Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah wilayah kembali menjadi ancaman serius, khususnya bagi sektor pendidikan. SMAN 4 Sungai Raya yang berlokasi di area rawan karhutla, kini harus menerapkan berbagai strategi khusus guna menghadapi kepungan kabut asap tebal yang menyelimuti lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar tetap berjalan aman.
Kondisi udara yang memburuk dengan jarak pandang terbatas dan bau asap yang menyengat memaksa pihak sekolah mengambil langkah taktis. Keselamatan dan kesehatan pernapasan para peserta didik serta tenaga pendidik menjadi prioritas utama di tengah ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Wahyu Hidayat, selaku Kepala SMAN 4 Sungai Raya, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk merespons kondisi udara yang fluktuatif. "Langkah pertama yang kami wajibkan adalah penggunaan masker bagi seluruh warga sekolah tanpa terkecuali. Selain itu, seluruh kegiatan yang sifatnya di luar ruangan, seperti upacara bendera dan olahraga, untuk sementara waktu ditiadakan. Jika indeks standar pencemaran udara sudah masuk kategori sangat berbahaya, kami sudah menyiapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah," tegasnya.
Selain penyesuaian sistem belajar, pihak sekolah juga menyiagakan unit kesehatan sekolah (UKS) dengan pasokan oksigen portabel dan obat-obatan dasar, serta melakukan penyemprotan air di sekitar area sekolah untuk mengurangi intensitas debu dan partikel sisa pembakaran yang terbawa angin.
Kondisi kepungan asap ini tentu dirasakan cukup berat oleh para siswa. Namun, dengan adanya arahan dan fasilitas dari sekolah, mereka merasa lebih terlindungi dalam menuntut ilmu.
Nadia Putri, selaku Siswi SMAN 4 Sungai Raya, mengungkapkan keluh kesahnya belajar di tengah kondisi karhutla. "Sebenarnya sangat tidak nyaman karena mata sering perih dan dada terasa sesak kalau asapnya sedang pekat. Tapi karena sekolah sudah membagikan masker dan melarang kami keluar kelas saat jam istirahat, kami merasa lebih aman dan tetap bisa fokus mengikuti pelajaran," tuturnya.
Di sisi lain, upaya sekolah ini juga didukung penuh oleh pemerintah daerah setempat yang terus berupaya memadamkan titik api di sekitar wilayah Sungai Raya. Patroli gabungan terus digencarkan untuk melokalisir api agar tidak merambat semakin dekat ke area permukiman dan fasilitas pendidikan.
Syamsul Bahri, selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kubu Raya, mengapresiasi kesigapan pihak sekolah dan terus melakukan koordinasi. "Kami sangat menghargai inisiatif dari pihak SMAN 4 Sungai Raya dalam melakukan mitigasi bencana mandiri. Tim kami di lapangan saat ini terus berjibaku memadamkan titik api yang mengepung wilayah tersebut. Kami juga mengimbau pihak sekolah agar terus memantau informasi kualitas udara secara berkala dari instansi terkait sebagai dasar pengambilan keputusan operasional sekolah," jelasnya.
Sinergi antara kesiapsiagaan pihak sekolah dan upaya penanggulangan dari instansi terkait diharapkan mampu melindungi para siswa dari dampak buruk karhutla. Masyarakat luas dan para orang tua murid berharap agar titik api dapat segera dipadamkan dan hujan segera turun, sehingga anak-anak dapat kembali bersekolah menghirup udara segar tanpa bayang-bayang kabut asap.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar