Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Sempat Alami Paranoid Hebat Akibat Hujatan Netizen, Andien Beberkan Kunci Sembuh dari Trauma


 SARIBERITA.ID,JAKARTA - Penyanyi sekaligus figur publik, Andien, membagikan kisah inspiratif mengenai perjalanan mental dan psikologisnya dalam menghadapi dampak buruk perundungan dunia maya (cyberbullying). Di balik sosoknya yang selalu tampil tenang dan memukau di atas panggung, Andien ternyata pernah melewati fase trauma dan paranoid berat pada tahun 2018 silam.

Titik terendah itu bermula setelah Andien melahirkan anak pertamanya. Sebagai sosok ibu baru yang gemar berbagi cerita dan aktivitas sehari-hari di media sosial, gaya parenting atau pengasuhannya yang dinilai anti-mainstream kala itu justru mengundang perdebatan tajam di kalangan warganet. Perdebatan tersebut lambat laun berujung pada perundungan ekstrem. Bahkan, di berbagai forum daring, komentar-komentar jahat yang jumlahnya mencapai puluhan ribu itu sampai melontarkan sumpah serapah untuk sang anak.

Dampak perundungan tersebut membuat Andien diselimuti ketakutan yang luar biasa. Ia mengaku sempat kehilangan konsentrasi saat harus bernyanyi di atas panggung karena selalu curiga apabila ada penonton yang mengangkat ponsel, mengira mereka akan merekam dan mem-bully dirinya. Di ruang publik pun, ia kerap merasa cemas dan berpikir bahwa orang yang sedang berbisik atau memegang ponsel bermaksud menjatuhkannya.

Pada awalnya, Andien berusaha menyelesaikan masalah ini secara eksternal. Ia sampai mendatangi kantor platform media sosial tersebut untuk meminta agar unggahan-unggahan yang menyudutkannya segera dihapus (take down). Sayangnya, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi dengan alasan unggahan tersebut mendatangkan trafik lalu lintas pengunjung (traffic) yang sangat tinggi.

Berada di jalan buntu, Andien akhirnya mengikuti saran seorang teman untuk menemui psikoterapis. Langkah inilah yang menjadi titik balik kesembuhannya. Lewat bantuan profesional, Andien mulai membenahi traumanya dari dalam diri. Ia pun memetik pelajaran berharga bahwa masalah sesungguhnya tidak pernah berada di luar, melainkan terletak pada bagaimana cara diri kita merespons dari dalam. Ketika traumanya berhasil disembuhkan, masalah eksternal tersebut tak lagi mengganggu hidupnya.

Selain untuk menyembuhkan trauma perundungan, bantuan psikoterapis juga dinilai Andien sebagai investasi yang sangat berharga bagi peran parenting-nya. Dengan melepaskan diri dari luka maupun ekspektasi masa lalu orang tuanya (proses reparenting), Andien bertekad untuk memberikan ruang merdeka agar anak-anaknya dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan jati diri mereka masing-masing.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰