SARIBERITA.ID— Ratusan pengendara sepeda motor warga negara Spanyol menggelar aksi konvoi dengan berpawai melintasi Ceuta, wilayah enklave milik Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara. Aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk protes keras terhadap krisis migrasi massal yang kian memanas dan membebani wilayah tersebut.
Setelah berkeliling kota, massa yang tergabung dalam aksi mobilisasi ini kemudian memusatkan titik kumpul mereka di kawasan perbatasan Tarajal. Sambil mengibarkan bendera Spanyol dan menyerukan berbagai tuntutan, para peserta konvoi mendesak pemerintah untuk segera memberikan perlindungan keamanan yang lebih ketat bagi kota eksklaf Spanyol di Benua Afrika tersebut.
Sebagai bentuk penolakan terhadap situasi krisis yang terjadi, massa aksi turut membentangkan sebuah spanduk berukuran besar yang bertuliskan "Ceuta tidak dijual dan Ceuta harus dipertahankan" di sepanjang jalan yang mereka lalui.
Aksi protes massal ini merupakan buntut panjang dari gelombang penyeberangan migran secara besar-besaran yang terjadi pada akhir Juli lalu. Pada periode tersebut, diperkirakan sekitar 70.000 migran yang sebagian besar berasal dari Maroko memaksa masuk dan membanjiri wilayah Ceuta.
Merespons krisis ini, Pemerintah Pusat Spanyol di Madrid sejauh ini telah turun tangan dengan menggelontorkan dana bantuan darurat yang mencapai ratusan juta Euro. Namun, bantuan tersebut tampaknya belum mampu menyelesaikan akar permasalahan di lapangan. Sistem penampungan migran di Ceuta dilaporkan masih mengalami tekanan yang sangat hebat dan terancam kolaps karena jumlah migran yang datang telah jauh melebihi kapasitas daya tampung maksimal fasilitas yang ada.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar