SARIBERITA.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan peran krusial dan strategis Indonesia bersama negara-negara anggota BRICS dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta memimpin transisi menuju energi hijau global. Pernyataan tegas tersebut disampaikannya saat berpidato di hadapan para pemimpin dunia pada forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan realitas Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada tepat di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Posisi geografis tersebut membuat Indonesia setiap harinya hidup berdampingan dengan risiko kenaikan permukaan air laut, cuaca ekstrem, hingga aktivitas gunung berapi. Namun, di balik kerentanan tersebut, Indonesia justru memegang kunci bagi masa depan teknologi dunia.
"Tanah dan laut kita juga menyimpan banyak hal yang akan menjadi fondasi masa depan, yaitu mineral kritis, logam tanah jarang (rare earth), sumber daya terbarukan untuk teknologi bersih dan teknologi tinggi, serta hutan yang bernapas untuk dunia," urai Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Negara menekankan bahwa potensi luar biasa ini tidak hanya dimiliki oleh Indonesia, tetapi juga oleh negara-negara di dalam aliansi BRICS. Ia menyebutkan bahwa secara kolektif, BRICS menguasai porsi yang sangat signifikan dari total cadangan mineral kritis dan sumber daya energi dunia.
"Kita memiliki segalanya untuk membangun abad hijau (green century). Itulah sebabnya, ketika bencana melanda, kita harus melihatnya lebih dari sekadar bencana. Kita harus melihat hubungan erat antara ketahanan terhadap perubahan iklim dan pembangunan nasional," tegas Presiden.
Presiden Prabowo menyadari bahwa Indonesia tidak sendirian. Berbagai negara anggota BRICS dan banyak negara berkembang di kawasan Selatan Global (Global South) juga menghadapi tantangan iklim dan pembangunan yang saling berkaitan erat. Oleh karena itu, kolaborasi antaranegara dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar yang paling efektif.
"Ketika kita mengatasi tantangan-tantangan ini secara kolektif, kita menyatukan kumpulan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar yang sangat besar. Gabungkan semua itu, maka BRICS dapat membuat perbedaan yang nyata dan sangat vital bagi dunia," pungkas Presiden Prabowo.
Melalui pidato ini, Indonesia semakin memperkokoh posisinya di panggung internasional, tidak hanya sebagai negara yang peduli pada isu iklim, tetapi juga sebagai raksasa penyedia material strategis yang memegang daya tawar tinggi dalam percaturan ekonomi global masa depan.[SB.104/Pebri]




0 Komentar