Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Presiden Prabowo Bawa Tiga Pesan Utama dan Tegaskan Sikap Indonesia di KTT BRICS New Delhi

 


SARIBERITA.ID| Indonesia resmi memperkuat posisinya di kancah internasional lewat diplomasi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang diselenggarakan di New Delhi, India, dari 11 hingga 12 September 2026. Pada pertemuan hari kedua, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan strategis yang menekankan pentingnya aksi nyata, ketahanan pangan global, serta tatanan dunia yang adil.

Jurnalis Metro TV, Kautsar Prabowo, yang melaporkan langsung dari Istana Negara Jakarta, merangkum hasil penting dari KTT tersebut, termasuk Deklarasi New Delhi yang menyepakati 140 poin dalam 45 halaman terkait isu-isu krusial seperti ekonomi, keamanan, artificial intelligence (AI), dan perdagangan dunia.

Dalam pernyataannya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa BRICS memiliki posisi yang sangat strategis karena mewakili lebih dari setengah populasi dunia. Oleh karena itu, keberadaan BRICS harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat.

"Komitmen yang disepakati dalam BRICS tidak boleh hanya berhenti di atas secarik kertas, melainkan harus diwujudkan secara nyata untuk masyarakat," tegas Presiden Prabowo. Beliau juga menyoroti pentingnya mengubah kerentanan menjadi kekuatan. Menurutnya, Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire memiliki sumber daya alam yang melimpah, dan potensi serupa juga dimiliki oleh negara-negara anggota BRICS lainnya sehingga perlu dikolaborasikan.

Selain itu, Presiden Prabowo secara lantang menyuarakan penguatan "Global South", mendesak agar negara-negara selatan bersatu untuk memperkuat suara mereka dalam berkontribusi pada pembangunan ekonomi dunia dan menentukan arah masa depannya sendiri tanpa didikte pihak luar. "Indonesia tidak mau didikte oleh negara mana pun karena Indonesia ingin mewujudkan ketahanan pangan dan energi sendiri," ujar Prabowo.

Terkait sistem global, Presiden juga menyinggung peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Beliau menginginkan agar PBB dapat bersikap adil, tetap menjadi sentral multilateral, dan lebih responsif dalam memberikan dampak nyata langsung kepada masyarakat dunia. "Kita harus memperkuat fondasi kita untuk memelihara perdamaian dan membangun kepercayaan. Energi adalah salah satu contoh nyata di mana kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh kawasan untuk menggerakkan perekonomian kita dan membangun ketahanan yang langgeng," tambah Prabowo.

Di saat yang sama, Perdana Menteri India, Narendra Modi, sebagai salah satu pemimpin tuan rumah KTT, turut menyampaikan komitmen kuat terkait Deklarasi New Delhi. Modi mengajak seluruh anggota BRICS untuk bekerja bersama secara kolektif guna menjembatani kesenjangan antara komitmen dan perwujudannya. Diharapkan agar komitmen dari deklarasi ini segera dapat diimplementasikan secara konkret di berbagai sektor.

Sejalan dengan komitmen negara-negara Selatan, negara-negara anggota BRICS turut membahas isu-isu ekonomi global, di antaranya, BRICS menaruh perhatian serius pada praktik tarif sepihak, seperti yang kerap diterapkan Amerika Serikat, yang dinilai mengganggu perdagangan internasional dan menyalahi prinsip WTO. BRICS mencari solusi kolektif atas persoalan ini,BRICS mendorong reformasi menyeluruh atas IMF dan Bank Dunia yang dinilai masih didominasi oleh negara-negara Eropa dan Amerika Serikat,Sebagai alternatif pendanaan infrastruktur, pembangunan NDB terus didorong. Indonesia sendiri sejak September 2025 telah menyetorkan dana sebesar USD 1 miliar (sekitar Rp16,65 triliun) sebagai keanggotaannya di NDB, BRICS mendorong pengurangan penggunaan Dolar AS (dedolarisasi) melalui peningkatan transaksi menggunakan mata uang lokal antarnegara (seperti Rupiah), yang dinilai efektif untuk memperkuat ketahanan ekonomi masing-masing negara.

Pertemuan BRICS kali ini juga secara tegas mengutuk praktik terorisme global dan menuntut penolakan segala aksi teror, dengan komitmen menciptakan keamanan bersama antarnegara-negara anggota.

Melalui kehadiran kedua kalinya di forum ini, Presiden Prabowo berharap partisipasi penuh Indonesia di BRICS akan membawa kontribusi besar serta memberikan keuntungan dan dampak nyata secara langsung bagi peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia.[SB.101/R]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰