Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Polda Kalteng Gunakan Cairan Nabati, 30 Hektar Bukit di Mamuju Ludes Terbakar



SARIBERITA.ID
– Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus melanda sejumlah wilayah di Indonesia di tengah musim kemarau ekstrem. Di saat petugas gabungan di Sulawesi Barat masih terus berjibaku memadamkan api di kawasan perbukitan, kepolisian di Kalimantan Tengah mulai menguji coba senjata baru berupa cairan minyak nabati untuk menaklukkan api di lahan gambut.

Di wilayah Sulawesi Barat, sekitar 30 hektar lahan kering yang berada di kawasan perbukitan Bulut Takang, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju dilaporkan ludes terbakar. Api yang mulai membara sejak siang hari tersebut dengan cepat membesar dan meluas akibat kondisi lahan yang sangat kering.

Menurut keterangan dari Tim Gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, dan Polri, pemadaman di Mamuju menghadapi sejumlah kendala berat. Sulitnya medan perbukitan yang terjal serta minimnya penerangan pada malam hari menjadi hambatan utama bagi petugas dalam menjinakkan si jago merah.

Meski demikian, tim gabungan bersama masyarakat setempat terus disiagakan di lokasi untuk melakukan penyisiran titik-titik api. Langkah ini dilakukan guna memastikan kobaran tidak kembali membesar dan merambat ke kawasan permukiman warga. Pihak Tim Gabungan juga secara tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah kondisi kemarau ekstrem yang melanda saat ini.

Sementara itu, penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda memaksa para petugas untuk mencari metode baru yang lebih efektif. Merespons kondisi tersebut, Polda Kalimantan Tengah menguji coba sebuah metode inovatif menggunakan cairan Methyl Ester Sulfonate (MES), yang dikenal sebagai cairan minyak nabati, untuk memadamkan titik api di dalam lahan gambut.

Pihak Polda Kalimantan Tengah memaparkan bahwa metode ini dilakukan dengan cara mencampurkan 1.200 liter air dengan 12 liter cairan minyak nabati (MES). Campuran tersebut kemudian tidak hanya disiramkan ke permukaan, melainkan diinjeksikan langsung ke dalam lapisan gambut menggunakan batang besi khusus.

Metode injeksi ini dinilai sangat efisien karena mampu menjangkau dan mematikan sumber bara api yang bersembunyi di bawah permukaan lahan gambut. Hasil uji coba di lahan gambut Kota Palangka Raya menunjukkan efektivitas yang luar biasa; lahan gambut yang sebelumnya bersuhu panas dapat mendingin hanya dalam waktu sekitar satu menit.

Selain dinilai lebih efektif memadamkan sumber api dari dalam, inovasi yang sebelumnya juga pernah diuji coba di Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini juga terbukti mampu menghemat penggunaan air secara signifikan dalam operasi pemadaman Karhutla.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰