SARIBERITA.ID-Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masih menyisakan material lumpur, batu, dan kayu di berbagai titik lokasi. Memasuki hari ketiga pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, proses pembersihan dan penanganan warga terdampak terus diintensifkan.
Jurnalis Metro TV, Nadya Soraya, melaporkan langsung dari lokasi kejadian bahwa proses pengerukan, penyedotan lumpur, dan pembersihan jalan baru saja dimulai dengan mengerahkan alat berat ke wilayah perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Salah satu fokus utama penanganan pada hari ini adalah berupaya mengalihkan aliran sungai yang meluap dan berpindah jalur.
Aliran sungai yang awalnya berjarak sekitar 100 hingga 200 meter dari lokasi perkantoran, kini membanjiri kompleks kantor pemerintahan Kabupaten Solok. Sedikitnya 12 unit kantor pemerintahan dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir. Ketinggian material lumpur yang mengendap di dalam bangunan bahkan diperkirakan mencapai 2 hingga 3 meter.
Proses pembersihan dan pengalihan arus sungai sebelumnya sempat terkendala oleh besarnya ukuran batu yang terbawa banjir, pekatnya material lumpur, serta batang-batang pohon yang menumpuk di area 12 kantor pemerintahan tersebut. Upaya pengalihan aliran sungai yang sempat dicoba sehari sebelumnya belum membuahkan hasil, sehingga proses tersebut kembali dilanjutkan hari ini.
Di samping upaya pembersihan infrastruktur, operasi pencarian terhadap satu orang warga yang dinyatakan hilang juga masih berlangsung. Korban hilang yang diketahui berinisial A dan berusia 54 tahun tersebut, hilang tersapu banjir dengan titik awal kejadian sekitar 1 kilometer dari kantor Bupati Solok.
Berdasarkan keterangan dari Kapolres Solok, kemungkinan besar lokasi korban hilang tidak akan jauh dari titik awal ia dilaporkan terseret arus. Pada pencarian hari sebelumnya, tim SAR telah menyisir area dengan radius sekitar 8 kilometer dan berhasil menemukan satu korban jiwa lain di Sungai Batang Barus, yang terbawa derasnya aliran air. Untuk pencarian hari ini, tim akan berfokus melakukan penyisiran dari area hilir menuju hulu sungai, serta menyisir tumpukan lumpur yang berada di belakang kompleks kantor Bupati dan Wakil DPRD Kabupaten Solok.
Terkait kondisi warga terdampak, para pengungsi saat ini masih tersebar di tiga titik pengungsian utama, yaitu di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, Rumah Dinas Bupati Solok, dan Balai Pemuda. Titik dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok yang menampung hingga 39 jiwa.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana relokasi atau penyediaan hunian sementara bagi warga yang rumahnya hancur atau hilang tersapu banjir. Bupati Solok masih menginstruksikan para pengungsi untuk tetap tinggal di rumah dinas Bupati dan Wakil Bupati hingga batas waktu yang belum ditentukan. Penanganan bencana di Solok hari ini rencananya juga akan ditinjau langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, yang dijadwalkan akan mengunjungi lokasi-lokasi terdampak, termasuk 12 unit kantor pemerintahan yang rusak parah.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar