Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

DITEMUKANNYA JENAZAH SURAKMAN BAWA TITIK TERANG UNTUK PENCARIAN KRU KAPAL DAN JURNALIS


SARIBERITA.ID
Satu jenazah kru kapal motor (KM) Arupadatu yang sebelumnya dinyatakan hilang di perairan Selat Sunda telah dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di wilayah Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Jenazah tersebut dipastikan adalah Surakman, pria berusia 60 tahun yang merupakan bagian dari kru kapal. Surakman diketahui bertugas mengantar lima orang jurnalis yang sedang melakukan peliputan khusus terkait aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sebelum tragedi hilangnya kapal tersebut terjadi.

Penemuan jenazah Surakman membawa secercah titik terang sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi pihak keluarga korban lainnya. Jenazah ditemukan di sekitar perairan Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, yang jaraknya cukup jauh dari titik awal dugaan hilangnya KM Arupadatu. Kabar penemuan ini menjadi sangat krusial bagi keluarga yang masih menanti kabar nasib dari lima jurnalis dan dua kru kapal lain yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Hampir sepekan berselang sejak operasi pencarian resmi terhadap delapan orang rombongan KM Arupadatu ditutup oleh pihak berwenang, temuan jenazah ini sukses membuka kembali wacana kelanjutan pencarian. Jenazah Surakman sendiri awalnya ditemukan dalam kondisi mengapung pada Sabtu, 12 September lalu. Lokasi penemuannya berada tepat di perairan Saweng Bangkok, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Identitas jenazah yang awalnya tidak diketahui itu akhirnya terungkap secara akurat melalui proses medis yang panjang. Tim medis dan kepolisian melakukan prosedur pencocokan DNA jenazah dengan sampel dari pihak keluarga korban. Berdasarkan keterangan dari tim DVI (Disaster Victim Identification) Pusdokkes Polri, saat pertama kali ditemukan jenazah tersebut memiliki ciri-ciri fisik mengenakan celana pendek berwarna hitam, dengan tinggi badan diperkirakan sekitar 163 sentimeter, dan estimasi usia di kisaran 50 tahun.

Hasil pemeriksaan DNA dan operasi identifikasi yang dilakukan DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang awalnya dilabeli sebagai Mr. X (dengan kode jenazah PM G6 GP Enggano 01) itu memberikan kesimpulan yang definitif. Data genetik jenazah dinyatakan identik dan sah teridentifikasi sebagai Surakman. Kesimpulan ini ditarik setelah DNA jenazah terbukti cocok dengan profil genetik ayah biologis dari Tuan Yayan, yang tak lain merupakan pihak keluarga langsung dari mendiang Surakman.

Keberhasilan identifikasi salah satu anak buah kapal (ABK) ini sontak memicu desakan dan harapan baru dari keluarga para jurnalis yang nasibnya masih belum menemui kejelasan. Rodiana Nasution, istri dari salah satu jurnalis yang hilang yakni Yudistiro Pranoto, sangat berharap penemuan jenazah Surakman ini bisa dijadikan landasan utama bagi pihak berwenang. Ia memohon agar petunjuk dari temuan di Enggano ini dapat digunakan sebagai dasar untuk membuka dan melanjutkan kembali operasi pencarian yang sebelumnya telah dihentikan.

Dalam keterangannya, Rodiana mengungkapkan bahwa pihak keluarga kini menggantungkan harapan besar pada upaya pencarian lanjutan tersebut. Ia menyatakan bahwa kepastian akan nasib para korban adalah hal yang paling berharga dan dinanti-nanti oleh seluruh keluarga. Di tengah situasi yang serba tidak pasti, ia dan keluarga korban lainnya hanya bisa terus berikhtiar memanjatkan doa, bukan semata-mata untuk suaminya sendiri, melainkan untuk keselamatan seluruh anggota rombongan yang hilang agar segera mendapatkan kabar terbaik.

Hingga laporan investigasi ini disiarkan, sebanyak tujuh orang lainnya yang tergabung dalam rombongan peliputan KM Arupadatu masih berstatus hilang dan belum ditemukan. Meskipun demikian, titik kordinat penemuan jenazah Surakman di perairan Pulau Enggano setidaknya mampu memberikan petunjuk baru bagi tim SAR terkait pola pergerakan arus laut usai insiden terjadi. Bagi pihak keluarga yang terus menanti dengan cemas, petunjuk sekecil apa pun di lautan lepas saat ini terasa teramat penting demi mendapatkan kepastian nasib orang-orang yang mereka cintai.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰