Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

PEMUKIM ISRAEL KERAP RUSAK PROPERTI WARGA PALESTINA DI TEPI BARAT


SARIBERITA.ID
— Aksi penyerangan yang disertai dengan perusakan terhadap properti milik warga Palestina oleh para pemukim Israel dilaporkan semakin sering terjadi di kawasan Tepi Barat. Rentetan intimidasi ini diyakini oleh warga Palestina sebagai bagian dari upaya sistematis yang sengaja dirancang untuk mengusir mereka dari tempat tinggalnya.

Di Desa Burka, Tepi Barat, sejumlah warga menunjukkan kondisi memprihatinkan dari kendaraan-kendaraan mereka yang hancur dan hangus terbakar akibat ulah pemukim Israel. Salah satu kendaraan yang menjadi sasaran amuk massa adalah mobil milik seorang warga bernama Ahmad Syubaib, yang dirusak dan dibakar pada Senin malam.

Terkait insiden penyerangan tersebut, Mahmoud Syubaib selaku Wakil Kepala Dewan Desa Burka membenarkan adanya aksi anarkis di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa sekitar delapan orang pemukim Israel tiba-tiba menyerang desa mereka. Dalam serangan itu, kelompok pemukim tersebut secara sengaja membakar satu unit mobil dan merusak sejumlah kendaraan lain milik warga setempat.

Lebih lanjut, Mahmoud Syubaib mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi warga Palestina yang hingga kini masih harus hidup di bawah bayang-bayang tekanan dan pendudukan. Ia menaruh harapan besar agar langkah diplomasi dan kebijakan dari dunia internasional, seperti yang dilakukan oleh Inggris, dapat menjadi peringatan keras bagi Israel untuk segera menghentikan kondisi penindasan tersebut.

Warga Desa Burka lainnya juga menyuarakan keresahan yang sama. Mereka menyatakan bahwa serangan dan intimidasi yang terjadi secara terus-menerus ini membuat warga merasa tidak lagi aman. Ada ketakutan mendalam bahwa ini adalah bagian dari proses sistematis yang didukung oleh pemerintah Zionis Israel untuk terus memperluas wilayah dan mengusir warga Palestina secara perlahan.

Sebagai informasi, pemerintah Inggris sebelumnya telah mengambil sikap tegas dengan menyatakan larangan perdagangan dengan wilayah permukiman Israel di Tepi Barat. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah perluasan permukiman ilegal yang dinilai akan membuat upaya pembentukan negara Palestina menjadi semakin sulit terwujud.

Selain Inggris, sejumlah negara lain juga tengah menyoroti secara tajam proyek permukiman E1 yang digagas Israel. Proyek kontroversial ini memicu kekhawatiran global karena berpotensi memisahkan wilayah Tepi Barat menjadi dua bagian. Pihak Palestina beserta kelompok hak asasi manusia menilai bahwa kelanjutan proyek tersebut dapat menghancurkan harapan dan fondasi bagi pembentukan negara Palestina yang merdeka.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰