Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Pelajaran Berharga dari Hadi Suprianto: Jangan Abaikan Sinyal Tubuh, Jaga Kesehatan Darah Sejak Dini

 

SARIBERITA.ID, Banten - Kesehatan adalah investasi terbesar dalam hidup yang sering kali baru disadari ketika sudah terenggut. Kisah Hadi Suprianto, seorang pejuang penyakit gagal ginjal yang kini harus menjalani cuci darah rutin, menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan sinyal bahaya dari tubuh. Melalui pengalaman berharganya, ia berbagi semangat pantang menyerah serta pentingnya ikhtiar pemulihan secara komprehensif.

Hadi Suprianto menceritakan bahwa perjalanan penyakitnya bermula dari ketidakpedulian pada kondisi kesehatannya sejak usia 30-an. Saat itu, ia sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan gula darah yang tak terkontrol, namun tidak memberikan perhatian khusus. Kebiasaan abai tersebut membawanya pada diagnosis serangan jantung dan gagal ginjal hingga divonis harus menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis) dua kali dalam seminggu di usianya yang baru menginjak 44 tahun.

"Awalnya kami merasakan semua itu bagaikan menerima petir di siang bolong. Namun, perlahan saya berusaha menerima kondisi ini. Saya ditakdirkan seperti ini, tapi saya tidak akan berhenti untuk ikhtiar apapun itu metodenya. Harapan itu pasti ada," ungkap Hadi Suprianto.

Meski harus menghabiskan waktu berjam-jam di rumah sakit setiap Rabu dan Sabtu, dukungan penuh dari keluarga serta tekadnya yang kuat membantunya bangkit. Dalam ikhtiarnya untuk memperbaiki kualitas hidup, Hadi memadukan pengobatan medis, penerapan gaya hidup sehat, dan pendampingan menggunakan alat kesehatan teknologi low-level laser atau Aculaser.

Setelah konsisten menggunakan teknologi laser tersebut sebanyak dua kali sehari—saat bangun pagi dan menjelang tidur malam—Hadi merasakan perbaikan signifikan. Keluhan sesak napas atau ngos-ngosan yang kerap menderanya saat berjalan bahkan perlahan menghilang. Ia kini memiliki kualitas tidur yang jauh lebih baik, tubuh yang lebih berenergi, hingga mampu beraktivitas dan beribadah ke masjid dengan nyaman di pagi hari.

Bukan sekadar perasaan, bukti pemulihannya juga tercatat secara medis. Hadi mengungkapkan berbagai hasil tes kesehatannya yang kini terkendali dengan sangat baik.

"Dulu tensi paling tinggi bisa di atas 145, sekarang normal di angka 120-130. Asam urat yang dulu di atas 10, kini turun menjadi 4,3. Gula darah yang pernah mencapai 400, sekarang terkendali di 145. Kolesterol juga stabil di angka 160-an. Semua metode dan cara ini saya yakini pasti ada kontribusinya," tambah Hadi Suprianto dengan antusias.

Sementara itu, pengamat dan praktisi kesehatan, Boy Abidin, memberikan penekanan penting tentang urgensi mendeteksi kelainan metabolisme tubuh sejak dini, salah satunya dengan mengenali tampilan dan warna urine (air seni).

"Apabila urine terlihat berbusa setiap buang air kecil dan busanya menetap, hati-hati ini biasanya menandakan gangguan filtrasi atau kebocoran protein pada ginjal. Jika berwarna kemerahan, itu menandakan adanya sel darah merah atau kerusakan saluran kemih. Sedangkan jika warnanya kecokelatan pekat, hal tersebut menandakan masalah pada hati," jelas Boy Abidin.

Boy juga mengapresiasi kegigihan Hadi dan menjadikan kisahnya sebagai contoh nyata bahwa di usia produktif, komplikasi penyakit kronis seperti hipertensi dan gagal ginjal bisa menyerang siapa saja. Oleh karena itu, Boy mengimbau masyarakat yang sehat maupun yang sudah memiliki indikator medis kurang baik untuk segera mengambil tindakan pencegahan (take action).

"Bagi yang sudah mulai melihat ada ketidaknormalan dari hasil pemeriksaan, segera lakukan tindakan. Terapkan pola hidup sehat, cukup minum, jangan suka menahan buang air kecil, dan ikuti saran dari dokter. Melengkapi gaya hidup dengan penggunaan teknologi laser juga sangat disarankan untuk menjaga optimalisasi aliran darah dan menjaga elastisitas dinding pembuluh darah dari risiko komplikasi sejak dini," tutup Boy Abidin.

[SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰