Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

PEKERJA PERUSAHAAN LISTRIK PARAGUAY TOLAK RENCANA PRIVATISASI


SARIBERITA.ID
Ratusan pekerja dari Administración Nacional de Electricidad (ANDE), yang merupakan perusahaan listrik milik negara Paraguay, turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi secara besar-besaran. Aksi protes para pekerja ini dipusatkan tepat di depan kantor pusat perusahaan yang berlokasi di ibu kota Asuncion, sebagai bentuk perlawanan terhadap wacana perombakan tata kelola di sektor energi.

Dalam unjuk rasa tersebut, para pekerja secara tegas menyuarakan penolakan mereka terhadap rencana kebijakan dari pemerintahan Presiden Paraguay, Santiago Pena. Kebijakan yang tengah dicanangkan oleh pemerintah tersebut dinilai sangat meresahkan dan berpotensi besar membuka jalan secara bertahap bagi masuknya sistem privatisasi ke dalam sektor ketenagalistrikan nasional.

Pihak Serikat Pekerja ANDE yang memotori dan mewakili para demonstran mengungkapkan kekhawatiran utama mereka terkait potensi hilangnya kedaulatan negara atas fasilitas publik. Mereka menilai bahwa campur tangan swasta akan membuat negara kehilangan kendali wewenang krusial, khususnya atas penetapan tarif listrik maupun pengaturan manajemen operasional di lapangan.

Lebih lanjut, para pekerja meyakini bahwa apabila rencana privatisasi ini benar-benar direalisasikan oleh pemerintah, peran eksistensi perusahaan ANDE akan tereduksi secara drastis. Kapasitas dan ruang gerak perusahaan milik negara ini dalam menentukan berbagai kebijakan strategisnya dipastikan akan semakin terbatas dan pada akhirnya justru dikendalikan oleh kepentingan investor.

Selain menyoroti nasib tata kelola dan operasional kelistrikan negara, serikat pekerja juga memberikan peringatan keras mengenai dampak sosial dari kebijakan tersebut. Mereka secara khusus menekankan bahwa gelombang privatisasi ini akan memicu kerugian secara langsung yang paling dirasakan oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau kurang mampu di seluruh negeri.

Kekhawatiran tersebut terus digemakan, sebab komersialisasi sektor listrik dinilai akan membuat akses terhadap layanan dasar ini menjadi semakin sulit untuk dijangkau masyarakat kecil. Apabila perlindungan negara berupa subsidi maupun intervensi tarif yang selama ini diberikan dihapuskan demi menyesuaikan pasar swasta, maka beban hidup masyarakat Paraguay otomatis akan semakin berat.

Melalui aksi protes yang terus berlanjut ini, Serikat Pekerja ANDE mendesak pemerintahan Presiden Santiago Pena untuk segera membatalkan rencana privatisasi tersebut. Mereka menuntut komitmen nyata dari pemerintah untuk tetap mempertahankan kemandirian perusahaan negara dalam mengelola sumber daya vital ketenagalistrikan tanpa campur tangan pihak ketiga.

Pada akhirnya, seluruh elemen pekerja kelistrikan secara bulat menolak segala bentuk skema masuknya modal dari pihak swasta ke dalam tubuh ANDE. Mereka meyakini bahwa langkah privatisasi tidak akan membawa perbaikan pada pelayanan, melainkan hanya akan mengubah orientasi tata kelola listrik di Paraguay dari kewajiban pelayanan publik menjadi sekadar berorientasi pada keuntungan.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰