Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Kredibilitas Fiskal dan Ketahanan APBN di Tengah Gejolak Global

 


SARIBERITA.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Purbaya, memaparkan strategi utama pemerintah dalam menjaga kredibilitas fiskal dan ketahanan keuangan negara. Penjelasan ini disampaikan untuk merespons pertanyaan publik terkait adanya peningkatan pembiayaan utang, meskipun di saat yang bersamaan penerimaan negara mencatatkan angka yang kuat.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa meskipun penerimaan kuat, beban belanja negara juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan akibat faktor eksternal. Ia mencontohkan asumsi harga minyak pada rancangan APBN yang awalnya ditetapkan di kisaran 65 Dolar AS per barel, namun melonjak drastis hingga menyentuh rata-rata hampir 90 Dolar AS per barel imbas dari kondisi geopolitik dan perang.

"Belanja meningkat karena kita mau menyerap gejolak dari global supaya tidak mengganggu masyarakat kita, sehingga defisitnya meningkat," jelas Menkeu Purbaya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut dan menjaga kredibilitas fiskal, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah tegas. Pertama, Purbaya berkomitmen penuh untuk menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas aman 3 persen dalam kondisi apa pun (at all cost). Pemerintah akan secara rutin mengevaluasi pendapatan, belanja, dan defisit setiap bulannya. Jika menjelang akhir tahun defisit mendekati batas atas, pemerintah tidak akan ragu untuk memotong belanja kementerian/lembaga yang dianggap tidak mendesak.

Kedua, pemerintah menerapkan efisiensi anggaran secara ketat. Anggaran untuk kegiatan yang tidak berdampak langsung, seperti acara seremonial atau rapat-rapat yang berlebihan, akan dipangkas.

Ketiga, yang menjadi langkah paling krusial, pemerintah akan fokus memperbaiki kinerja penerimaan dari sektor pajak maupun bea cukai. Menkeu menargetkan peningkatan rasio pajak (tax collection rate) yang saat ini masih berada di bawah angka 10 persen, agar bisa merangkak naik di atas 10 persen pada tahun depan.

"Ada ruang untuk memperbaiki tax collection. Kalau saya perbaiki sampai 12 persen atau 13 persen, ruang fiskal akan semakin luas. Hal itu secara signifikan akan memperkuat confidence (kepercayaan) terhadap ketahanan fiskal kita," papar Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya juga meluruskan proyeksi keliru dari sejumlah pengamat yang sempat memprediksi defisit membengkak. Ia menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal postur fiskal dengan sangat serius dan terukur.

Sebagai penutup, Menteri Keuangan menegaskan optimisme pemerintah di tengah ketidakpastian global. Melalui kebijakan fiskal yang lebih efisien, efektif, serta sinergi yang kuat dengan bank sentral, pemerintah berupaya menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi dari sektor swasta maupun pemerintah. Purbaya meyakini bahwa dengan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen di tahun depan bukanlah hal yang sulit untuk dicapai.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰