SARIBERITA.ID - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, secara resmi terpilih dan dipercaya untuk mengemban amanah sebagai presiden pertama dari organisasi International Assembly of Mosque Imams (IAMI) atau Majelis Imam Masjid Dunia.
Kepercayaan berskala global tersebut diberikan kepada Nasaruddin Umar menyusul kesepakatan pembentukan organisasi IAMI pada puncak acara penutupan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Forum internasional bergengsi ini dihadiri secara langsung oleh para imam besar, mufti, serta delegasi tokoh agama dari berbagai negara sahabat.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut secara khusus membahas upaya strategis dalam memperkuat peran masjid dan imam di tengah kehidupan masyarakat modern, optimalisasi diplomasi keagamaan, serta kontribusi riil dalam membangun perdamaian global. Menanggapi amanah baru tersebut, Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi mendalam dan memohon dukungan penuh dari para imam besar dunia agar roda organisasi IAMI dapat berjalan maksimal.
Selain menyepakati pembentukan institusi dan menetapkan pimpinan IAMI, konferensi IGIC 2026 juga berhasil menelurkan kesepakatan strategis yang tertuang dalam "Jakarta Understanding" (Kesepahaman Jakarta). Deklarasi ini memuat sejumlah poin krusial yang menempatkan para imam sebagai aktor utama dan ujung tombak dalam melakukan pendekatan diplomasi keagamaan yang menggunakan pendekatan bahasa nurani.
"Mereka menghendaki bahwa para imam itu menjadi faktor yang sangat penting di dalam menciptakan diplomasi keagamaan. Bagaimana imam-imam ini bisa dilibatkan di dalam melakukan diplomasi untuk meredakan konflik atau perbedaan antara etnik, suku, agama, dan sebagainya," urai Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
Selain peran dalam merawat harmoni sosial, para pimpinan spiritual ini juga didorong untuk mengambil peran aktif dalam mengkampanyekan isu-isu penyelamatan lingkungan di tingkat akar rumput.
"Yang kedua, bagaimana imam-imam besar ini dilibatkan juga di dalam menyelamatkan lingkungan dan menghemat energi. Karena imam-imam ini kan lima kali sehari semalam mereka berjumpa dengan komunitas dan umatnya," tambah Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kehadiran IAMI diharapkan dapat menjadi motor penggerak terciptanya harmoni lintas batas, baik di tingkat lokal maupun internasional.
"Diharapkan imam-imam ini nanti menebarkan kedamaian, toleransi, dan memberikan semacam kesepahaman lintas agama, lintas keyakinan, lintas etnik, bahkan lintas negara dan bangsa," pungkas Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.[SB.104/Pebri]





0 Komentar