SARIBERITA.ID - Eskalasi konflik bersenjata di Yaman kembali memanas. Kelompok Houthi secara terbuka mengklaim bahwa mereka telah berhasil menguasai sejumlah wilayah strategis di Yaman, yang sebelumnya berada di bawah kendali pasukan dukungan Arab Saudi.
Kelompok Houthi menyebutkan bahwa pasukannya telah berhasil merebut sejumlah kendaraan tempur lapis baja serta persenjataan militer milik pasukan dukungan Arab Saudi.
Selain menyita persenjataan, pasukan Houthi juga diklaim telah merangsek masuk dan mengambil alih sejumlah kamp militer. Kamp-kamp pertahanan tersebut sebelumnya diketahui merupakan basis wilayah yang dikuasai oleh pasukan resmi dari Pemerintah Yaman.
Kemajuan pesat dan perluasan pengaruh teritorial kelompok Houthi, khususnya di sepanjang pesisir Laut Merah, kini mulai menimbulkan kekhawatiran global. Ekspansi ini dinilai dapat memberikan ancaman serius terhadap keamanan dan kelancaran jalur pelayaran kapal-kapal internasional yang melintas di perairan strategis Selat Bab el-Mandeb.
Selain ancaman geopolitik, rentetan pertempuran yang kembali pecah ini juga telah memicu eksodus besar-besaran. Ribuan warga sipil yang ketakutan terpaksa berpindah dan melarikan diri dari wilayah-wilayah yang kini telah jatuh ke dalam cengkeraman kekuasaan Houthi.
Menanggapi krisis pengungsi ini, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) merilis data yang sangat memprihatinkan. IOM menyebutkan bahwa setidaknya terdapat 76.000 warga sipil yang telah melarikan diri untuk mencari tempat perlindungan sejak bulan Juli lalu.
Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah membunyikan alarm peringatan kepada komunitas internasional. PBB memperingatkan bahwa eskalasi konflik yang terus memburuk ini dapat sewaktu-waktu memicu bencana kemanusiaan yang lebih parah, serta berisiko menyeret Yaman kembali terperosok ke dalam lubang kelam perang saudara.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar