SARIBERITA.ID| Harga minyak mentah dunia dilaporkan mengalami lonjakan tajam hingga menembus level psikologis 100 Dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Kenaikan drastis ini dipicu oleh memanasnya kembali eskalasi konflik di Timur Tengah, menyusul serangan militer Amerika Serikat yang menghancurkan lima kapal tanker pengangkut minyak mentah milik Iran.
Serangan yang dilancarkan oleh pihak Amerika Serikat tersebut merupakan langkah balasan (respons) atas serangan rudal balistik yang sebelumnya diarahkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran terhadap kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat.
Berdasarkan data pantauan dari Oil Price, harga acuan minyak mentah jenis Brent tercatat telah menyentuh angka 100 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan pada level 96,56 Dolar AS per barel. Kedua harga acuan minyak global tersebut melonjak hampir 2 Dolar AS, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan penutupan sesi perdagangan sebelumnya.
Terkait insiden tersebut, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) telah mengonfirmasi operasi penghancuran lima kapal pengangkut minyak mentah Iran yang dieksekusi pada Selasa malam waktu setempat.
Secara rinci, empat kapal tanker, yakni MT Cavis, MT Sharminar, MT Horizon 1, dan MT Riesco, dihancurkan di perairan Teluk Oman. Sementara satu armada kapal lainnya, yaitu MT Deria, diserang ketika berada di dekat wilayah Pulau Kharg, Iran.
Pihak CENTCOM dengan tegas menyatakan bahwa tindakan militer tersebut merupakan bentuk respons dan kelanjutan dari kebijakan strategis Amerika Serikat di kawasan. Hal tersebut sejalan dengan komitmen pertahanan yang sebelumnya juga telah disampaikan oleh perwira tinggi Angkatan Laut AS, Laksamana Brad Cooper.[SB.101/R]




0 Komentar