Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Kebijakan Nasional: Bansos Beras Diperpanjang, Pemerintah Wajibkan Seluruh Warga Miliki Rekening Bank


 SARIBERITA.ID - Pemerintah Republik Indonesia terus berupaya mengoptimalkan tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat. Berdasarkan data dari survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini telah mencapai 93,62 persen. Sementara itu, tingkat literasi keuangan berada di angka 69,57 persen, yang dinilai relatif baik karena berada di atas standar Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yakni sebesar 63 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Presiden telah memberikan arahan khusus agar seluruh penduduk Indonesia dapat memiliki rekening bank. Untuk merealisasikan hal tersebut, pemerintah meminta Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memfasilitasi penyiapan rekening bagi masyarakat luas.

"Data yang dipakai adalah data dari Dukcapil. Tentunya nanti akan dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia, terutama untuk payment system dan gateway system-nya menggunakan QRIS," jelas Airlangga.

Langkah integrasi ini disiapkan agar literasi dan inklusi keuangan dapat dicapai seoptimal mungkin. Ke depannya, berbagai program penyaluran bantuan dari pemerintah akan langsung dikirimkan kepada rekening-rekening yang telah disiapkan untuk warga negara tersebut.

Selain membahas inklusi keuangan, pemerintah juga mematangkan langkah-langkah kesiapan dalam menghadapi dampak fenomena El Nino. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan keberlanjutan program bantuan sosial. Bantuan beras sebesar 30 kilogram yang awalnya dijadwalkan hingga September, kini dipastikan akan diperpanjang. Sesuai arahan Presiden, bantuan beras tersebut akan terus dilanjutkan untuk alokasi bulan Oktober, November, dan Desember.

Lebih lanjut, Airlangga menyatakan bahwa pemerintah saat ini juga sedang memonitor dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat letusan lima hingga enam gunung berapi yang terjadi secara berdekatan di Indonesia. Bencana vulkanik tersebut memicu gangguan logistik dan terhambatnya aktivitas masyarakat. Sektor penerbangan menjadi salah satu yang paling terdampak, di mana penutupan sejumlah jalur dan bandara turut mengganggu arus logistik kargo dan penumpang di daerah-daerah yang terdampak erupsi.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰