Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Karhutla Kepung Kalimantan dan Jambi, Api Lahan Gambut Mengancam hingga ke Permukiman


SARIBERITA.ID
- Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali memicu kepanikan dan menguras tenaga para petugas di lapangan. Kali ini, amukan si jago merah terpantau melahap habis hamparan lahan gambut di sejumlah wilayah strategis di Kalimantan Barat, serta terus merambat liar menembus batas wilayah Provinsi Jambi.

Di wilayah Kalimantan Barat, eskalasi titik panas menyebar di beberapa kabupaten sekaligus. Di Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, sedikitnya lima hektare lahan gambut dengan kedalaman mencapai empat hingga delapan meter telah hangus terbakar. Kencangnya tiupan angin di lokasi kejadian tak pelak membuat kobaran api kian membesar dan memicu kepulan asap pekat. Tim Satgas Karhutla yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan BPBD terus berjibaku siang dan malam menyiram lahan agar api tak sampai merembet memutus akses jalan raya utama.

Pemandangan tak kalah memprihatinkan terlihat di Kabupaten Ketapang. Tepatnya di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, kemarau ekstrem yang mendera kawasan tersebut selama 80 hari berturut-turut membuat seluruh vegetasi mengering. Kesulitan mengakses sumber air memaksa petugas gabungan bekerja ekstra keras. Mereka bahkan harus bersusah payah menarik selang air dengan berjalan kaki sejauh 400 meter demi bisa menyentuh titik panas dan memutus jalur perambatan api.

Sementara itu, di Kubu Raya, Kalimantan Barat, operasi pemadaman dan pendinginan tercatat telah berlangsung maraton selama hampir enam pekan. Berdasarkan pantauan visual di lapangan, memadamkan lahan gambut memiliki kerumitan tersendiri. Meski api di atas permukaan tanah tampak sudah padam, bara merah seringkali masih menyala dan bertahan berhari-hari di lapisan bawah tanah.

Upaya pendinginan lahan harus dilakukan dengan sangat teliti. Ancaman kebakaran susulan masih mengintai setiap saat, terlebih karena lokasi lahan yang terbakar berada pada radius yang sangat berdekatan dengan area permukiman warga.

Seorang petugas kepolisian yang turut tergabung dalam tim gabungan di Desa Sungai Malaya membenarkan betapa beratnya medan yang mereka hadapi. Ia menuturkan bahwa luasan area yang terbakar di desa tersebut diperkirakan sudah menembus lebih dari 10 hektare. Setidaknya ada tiga kendala utama yang menghambat proses pemadaman total: menyusutnya sumber air baku, kontur lahan gambut yang terlampau dalam, serta arah embusan angin yang sering berubah secara tiba-tiba sehingga kembali menghidupkan bara api yang sudah padam.

Di pulau berbeda, krisis serupa juga tengah mengepung wilayah perbatasan Jambi. Karhutla yang sebelumnya mulai terdeteksi berkobar di kawasan Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan, kini menjalar luas hingga masuk ke area Kabupaten Muaro Jambi. Menghadapi topografi medan yang nyaris mustahil diakses lewat jalur darat, tim Satgas Penanggulangan Bencana Karhutla Provinsi Jambi langsung meminta bantuan ekstra dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Satu unit helikopter water bombing akhirnya dikerahkan untuk menggempur titik-titik api dari udara guna menekan laju kebakaran agar tak semakin tak terkendali.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰