SARIBERITA.ID - Pemerintah Indonesia kembali mengirimkan tim Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Port Visit 2026 untuk menjalankan misi kesehatan, kemanusiaan, sekaligus diplomasi kemaritiman di sejumlah negara sahabat yang berada di kawasan Pasifik Selatan dan Oseania.
Komandan Satgas Terpadu Port Visit 2026, Kolonel Laut (Pelaut) Benediktus Heri Murwanto, mengungkapkan bahwa misi tahun ini terbilang sangat spesial karena dilakukan secara gabungan dan terpadu. Tim yang diberangkatkan tidak hanya berasal dari unsur militer saja, melainkan gabungan dari berbagai elemen lembaga negara dan masyarakat.
"Ini pertama kali kita melaksanakan secara gabungan terpadu melibatkan unsur-unsur dari TNI tiga angkatan, Polri, bahkan ASN. Dan juga kita melibatkan civitas akademika dari dosen beberapa universitas dan mahasiswa," jelas Kolonel Laut (P) Benediktus Heri Murwanto di anjungan kapal. Ia menambahkan bahwa keterlibatan berbagai elemen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh personel untuk menjadi duta bangsa dalam misi diplomatik dan kemanusiaan tersebut.
Dalam pelayaran ini, tim Satgas Terpadu berlayar menggunakan kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut, yakni KRI dr. Wahidin Sudirohusodo. Saat ini, armada tersebut terpantau tengah melintasi perairan Laut Seram di utara Pulau Seram, Maluku, dan dijadwalkan akan segera bersandar di Sorong sebelum melanjutkan perjalanan ke negara-negara tujuan di Pasifik Selatan.
Mengingat pelayaran ini akan menempuh waktu yang cukup lama, yakni sekitar satu hingga dua bulan lamanya, Komandan Satgas menyadari adanya tantangan kejenuhan di atas kapal, terutama dengan banyaknya warga sipil dan mahasiswa muda yang ikut serta. Untuk itu, pihaknya telah merancang dan melaksanakan serangkaian aktivitas rutin setiap harinya.
Aktivitas harian tersebut meliputi apel pagi untuk mengecek kelengkapan personel, olahraga bersama, hingga agenda briefing rutin kepada setiap sub-satgas. Hal ini dilakukan agar setiap anggota semakin paham dan siap menjalankan tugas spesifik mereka ketika kapal sudah merapat di negara-negara tujuan nantinya.[SB.104/Pebri]




0 Komentar