Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Hujan Ekstrem Terjang Hainan Tiongkok, Lebih dari 42 Ribu Warga Dievakuasi


SARIBERITA.ID
Hujan ekstrem yang melanda Provinsi Hainan, Tiongkok, telah memicu banjir bandang dahsyat yang melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat. Bencana alam berskala besar ini merendam sejumlah wilayah dan memaksa lebih dari 42.000 warga di provinsi tersebut untuk segera dievakuasi ke tempat penampungan yang lebih aman guna menghindari ancaman bahaya yang lebih besar.

Kota Wuzhishan, yang terletak di wilayah pegunungan tengah Hainan, menjadi salah satu kawasan yang terdampak paling parah dari bencana ini. Berdasarkan catatan otoritas setempat, curah hujan di kawasan tersebut mencapai rekor angka ekstrem, yakni menyentuh 616,2 milimeter hanya dalam kurun waktu 24 jam, menjadikannya curah hujan harian tertinggi yang pernah tercatat di wilayah tersebut sejak tahun 1958.

Tingginya intensitas hujan dan terjangan banjir bandang ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang sangat masif di penjuru kota. Sejumlah akses jalan utama dilaporkan rusak parah dan lumpuh total, sementara puluhan kendaraan milik warga tampak tenggelam dan terseret oleh kuatnya arus air yang meluap ke kawasan permukiman.

Dampak lanjutan dari banjir ini juga turut menghantam sektor kebutuhan dasar dan utilitas publik secara meluas. Jaringan listrik, sistem komunikasi telekomunikasi, hingga perpipaan pasokan air bersih dan gas di Wuzhishan dilaporkan terputus, sehingga membuat sebagian besar warga terisolasi dalam kondisi gelap gulita dan krisis ketersediaan air bersih.

Berdasarkan analisis otoritas cuaca, fenomena ekstrem ini dipicu oleh sisa-sisa depresi tropis di atas Laut Tiongkok Selatan yang berinteraksi secara kuat dengan massa udara dingin. Merespons krisis tersebut, pemerintah Kota Wuzhishan langsung menaikkan status tanggap darurat pengendalian banjir dan topan ke Level I atau tingkat kewaspadaan tertinggi, dibarengi dengan penghentian sementara seluruh kegiatan sekolah, operasional bisnis, dan transportasi.

Sebagai langkah penanganan cepat, tim tanggap darurat dan petugas pemadam kebakaran setempat telah diterjunkan ke titik-titik lokasi bencana terdalam. Para petugas penyelamat terus berpacu dengan waktu, secara intensif mengerahkan perahu karet, jaring tambang, hingga alat berat seperti ekskavator untuk menyelamatkan warga yang masih terjebak di dalam bangunan-bangunan yang terkepung banjir.

Lin, selaku Warga Lokal Kota Wuzhishan yang menjadi narasumber sekaligus saksi mata di lokasi kejadian, memberikan kesaksian langsung mengenai gentingnya situasi di lapangan. "Saya melihat banjir merendam banyak bagian kota karena hujan turun deras selama berhari-hari tanpa henti. Banyak lingkungan yang kehilangan pasokan air dan listrik, mobil-mobil tenggelam di jalanan, dan beberapa di antaranya sudah hanyut terbawa arus," ungkap Lin mendeskripsikan kondisi wilayahnya.

Sementara itu, Chen Bowen, seorang Jurnalis yang memantau perkembangan langsung krisis dari Hainan, melaporkan bahwa prioritas utama otoritas saat ini adalah operasi evakuasi. Masyarakat yang bermukim di kawasan berisiko tinggi terus diimbau secara ketat untuk mengikuti arahan pemindahan ke pusat-pusat perlindungan darurat, mengingat potensi hujan susulan serta ancaman bencana geologi sekunder seperti tanah longsor masih mengintai.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰