Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Hadiri 1 Abad Gontor, Presiden Prabowo Resmikan Fasilitas Kampus hingga Serukan Dukungan untuk Palestina


SARIBERITA.ID -
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri resepsi kesyukuran peringatan 100 tahun atau 1 Abad Pondok Modern Darussalam Gontor yang diselenggarakan di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu siang. Kehadiran Kepala Negara dalam acara tersebut menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap pendidikan pesantren sekaligus upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Menanggapi kunjungan tersebut, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan apresiasinya. Beliau menyatakan bahwa kehadiran Presiden mempertegas kedekatan dan hubungan yang erat antara dunia pesantren dengan pemerintah.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti nilai-nilai luhur yang tertanam di Gontor. Beliau berharap Indonesia dapat menjadi bangsa yang mandiri dengan mengadaptasi lima nilai dasar atau Panca Jiwa yang menjadi landasan hidup Pesantren Darussalam Gontor, yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiah, dan kebebasan.

"Ini sama, ini perjuangan kita. Saya selalu ingin ikhlas, saya selalu ingin sederhana. Saya ingin bangsa kita berdiri di atas kaki kita sendiri," ungkap Presiden Prabowo.

Dalam rangkaian acara peringatan satu abad ini, Presiden Prabowo juga meresmikan dua fasilitas penting, yakni Gedung Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) serta Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Peresmian tersebut ditandai secara simbolis melalui penandatanganan dua buah prasasti. Fasilitas baru ini diharapkan mampu merepresentasikan langkah Gontor yang terus berkembang dari sekadar pendidikan pesantren menuju penguatan di sektor pendidikan tinggi dan pengabdian masyarakat yang lebih luas.

Suasana peringatan semakin khidmat dan emosional ketika Presiden Prabowo menyapa sejumlah duta besar negara sahabat yang turut hadir. Usai menyebut Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdul Fattah Alatari, Presiden Prabowo secara lantang menyerukan kemerdekaan dan dukungan untuk Palestina. Seruan ini langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari para hadirin. Merespons dukungan tersebut, Duta Besar Abdul Fattah Alatari maju menghampiri dan menyematkan kain keffiyeh khas Palestina ke pundak Presiden.

Menyikapi penderitaan warga Palestina yang terus diserang dan dibombardir, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi cambuk bagi Indonesia. Indonesia dituntut untuk menjadi bangsa yang kuat agar tidak mudah diinjak-injak oleh bangsa lain dan memiliki daya untuk membantu negara-negara yang tengah tertindas.

"Saya ingat saudara-saudara kita di Palestina, mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus dan kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka. Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat, karena bangsa yang tidak kuat bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain," tegas Presiden Prabowo.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰