SARIBERITA.ID, Bekasi - Menteri Pemuda dan Olahraga, Erik Tohir, menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Sejalan dengan visi pembudayaan olahraga tersebut, Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) membuktikan bahwa regenerasi atlet catur di Tanah Air berjalan dengan sangat baik dengan lahirnya pecatur-pecatur muda yang mampu mencetak prestasi di level internasional.
Keberhasilan pembinaan pecatur muda ini ditegaskan langsung oleh Ketua Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara syukuran dan apresiasi kepada para pahlawan catur muda yang diselenggarakan di Sekolah Catur Utut Adianto, Bekasi, Jawa Barat.
Dalam acara tersebut, penghargaan secara khusus diberikan kepada para pecatur remaja yang sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang bergengsi 10th Eastern Asia Youth Chess Championship 2026 di Hainan, Tiongkok. Kontingen muda Indonesia tersebut berhasil memborong raihan dua medali emas, tiga medali perak, dan empat medali perunggu.
Tidak hanya bagi pahlawan muda yang baru pulang membawa medali, apresiasi serupa juga diberikan kepada 10 pecatur andalan yang tergabung dalam Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Kesepuluh atlet ini rencananya akan bertolak untuk berlaga mewakili Merah Putih di Olimpiade Catur ke-46 yang digelar di Uzbekistan.
Terkait rentetan prestasi ini, Ketua Dewan Pembina PB Percasi, Eka Putra Wirya, menyampaikan bahwa sistem pembinaan catur nasional sudah berada di jalur yang tepat.
"Pembinaan kita ini sangat berhasil, artinya selalu ada generasi-generasi baru. Tapi untuk jadi juara dunia, untuk jadi juara Asia itu kan perlu hal khusus. Mereka harus konsentrasi benar, harus begini semuanya, harus perfect semua untuk menjadi pemain dunia," tegas Eka Putra Wirya memberikan motivasi sekaligus pengingat bagi para atlet muda untuk tidak cepat berpuas diri.
[SB.102/CAHAYA]


.jpg)


0 Komentar