SARIBERITA.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali melakukan langkah koordinatif tingkat tinggi dengan menggelar rapat strategis di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pertemuan terbatas ini melibatkan unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga perwakilan lembaga Danantara (Badan Pengelola Investasi Danantara).
Agenda utama dalam pertemuan krusial tersebut adalah membedah secara mendalam perkembangan ekonomi nasional, melakukan evaluasi komprehensif terhadap sektor jasa keuangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat fondasi makroekonomi Indonesia di masa mendatang.
Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, melalui unggahan di akun media sosial pribadinya mengonfirmasi bahwa rapat tersebut memberikan penekanan khusus pada beberapa pilar utama.
Di antaranya adalah pentingnya penguatan struktur dan akses sektor keuangan, optimalisasi peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai agen pembangunan, serta percepatan masuknya investasi. Seluruh instrumen tersebut dinilai harus diorkestrasikan dan bergerak dalam satu kesatuan arah agar dapat mencapai target yang terukur.
Menurut Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara tersebut, keselarasan langkah antarsektor ini sangat diperlukan guna menjaga ritme dan momentum pertumbuhan ekonomi, sekaligus untuk menciptakan nilai tambah serta multiplier effect jangka panjang bagi ketahanan ekonomi nasional.
Dalam arahan khususnya pada pertemuan itu, Presiden Prabowo juga tidak luput menaruh perhatian pada aspek kebermanfaatan kebijakan. Ia kembali menegaskan bahwa segala bentuk rancangan strategi perekonomian dan finansial negara harus berujung pada satu tujuan utama, yakni peningkatan taraf kesejahteraan riil di tengah masyarakat luas.
Rapat tingkat tinggi ini dihadiri oleh sejumlah figur sentral pemegang kebijakan. Selain Presiden, hadir di antaranya Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad; Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi; Menteri Keuangan, Suahasil Nazara; Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga merangkap sebagai CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani; serta Kepala BP BUMN, Dony Oskaria.
Dari otoritas moneter dan jasa keuangan, turut hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, beserta Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti.[SB.104/Pebri]





0 Komentar