SARIBERITA.ID— Otoritas keamanan Spanyol terus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan. Pasukan Garda Sipil Spanyol dilaporkan telah menggelar operasi keamanan dengan menggeledah sebuah pabrik tepung yang terbengkalai di wilayah enklave Ceuta, Spanyol. Operasi ini secara khusus dilakukan untuk memburu dan mencari para migran yang ditengarai bersembunyi di dalam bangunan kosong tersebut.
Dalam operasi tersebut, petugas keamanan terlihat menyisir setiap sudut area pabrik yang sudah tidak beroperasi itu. Mengutip laporan dari media setempat, petugas yang melakukan penyisiran berhasil menemukan seorang pria asal Maroko di dalam bangunan. Petugas pun langsung melakukan pemeriksaan identitas secara menyeluruh terhadap pria tersebut.
Di sisi lain, operasi ini diduga telah bocor atau disadari lebih dulu oleh para migran. Beberapa migran lain dilaporkan telah berhasil melarikan diri dari bangunan tersebut beberapa saat sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.
Sebagai informasi, bangunan bekas pabrik tepung ini sebelumnya memang sempat difungsikan sebagai salah satu lokasi penampungan migran. Namun, terhitung sejak 1 September lalu, pemerintah telah mencoret bangunan tersebut dari daftar fasilitas operasional penampungan.
Operasi pemeriksaan dan penyisiran ketat ini terus digencarkan sebagai langkah antisipatif menyusul gelombang penyeberangan massal yang memanas pada akhir Juli lalu. Berdasarkan data resmi dari Pemerintah Spanyol, diperkirakan sekitar 70.000 orang telah memasuki wilayah Ceuta secara tidak resmi atau ilegal pada akhir bulan Juli.
Sebagai respons cepat atas krisis tersebut, pemerintah Spanyol melakukan pengerahan personel gabungan besar-besaran yang terdiri dari kepolisian, pasukan Garda Sipil, hingga militer di seluruh penjuru wilayah Ceuta. Hasilnya, sekitar 63.000 orang migran telah berhasil dikembalikan ke Maroko dalam kurun waktu 72 jam setelah gelombang penyeberangan massal itu terjadi.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar