Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

ES KUTUB MENCAIR LEBIH CEPAT, ANCAM BANJIR GLOBAL DI BERBAGAI WILAYAH


SARIBERITA.ID
Sebuah penelitian ilmiah terbaru kembali memaparkan temuan penting mengenai kondisi penyusutan es dunia yang kian memprihatinkan. Pemanasan global dilaporkan terus mempercepat proses pencairan dua lapisan es raksasa dan utama di bumi, yakni gletser yang berada di wilayah Greenland serta daratan Antartika.

Mengutip laporan yang disiarkan oleh Presenter Metro Xinwen, laju pencairan es di kedua wilayah kutub tersebut telah berlangsung dalam skala yang sangat masif selama beberapa dekade terakhir. Tercatat, terhitung sejak tahun 1979, diperkirakan sebanyak 12,5 triliun ton es dari kawasan Greenland dan Antartika telah meleleh dan menghilang ke lautan.

Volume es yang mencair tersebut merupakan angka yang sangat fantastis dan sulit dibayangkan secara kasat mata. Untuk memberikan gambaran, jumlah triliunan ton es yang mencair itu diibaratkan setara dengan sebuah tumpukan lapisan es setebal satu setengah meter yang mampu menutupi seluruh hamparan wilayah daratan Amerika Serikat.

Menurut hasil dari studi yang diterbitkan tersebut, penyebab utama dari fenomena pencairan ini rupanya menyimpan fakta yang cukup mengejutkan bagi publik. Berbeda dengan pemahaman umum, penelitian menemukan bahwa lima per enam dari total pencairan es di kawasan tersebut justru tidak disebabkan secara langsung oleh paparan suhu udara permukaan yang memanas.

Sebaliknya, penyusutan es yang ekstrem dan cepat ini rupanya lebih banyak diakibatkan oleh ancaman dari bawah, yakni peningkatan suhu air laut di sekitar kawasan kutub. Arus air laut yang menjadi lebih hangat ini secara perlahan namun konstan terus mengikis dan menghancurkan struktur lapisan es tebal dari arah dasar dan bagian samping gletser.

Para peneliti yang terlibat dalam studi tersebut memberikan peringatan keras bahwa kondisi dan pola pencairan ini merupakan ancaman serius yang mematikan di masa depan. Seluruh es yang terus mencair dan terlepas dari gletser tersebut pada akhirnya akan berubah bentuk menjadi tambahan volume air raksasa sebesar hampir 11,3 kuadriliun liter ke samudra lepas.

Tumpahan lelehan gletser dalam jumlah yang sangat ekstrem ini dikalkulasikan telah memberikan dampak nyata yang terukur secara menyeluruh. Tambahan kuadriliunan liter air tersebut secara langsung telah mendorong kenaikan tinggi permukaan laut di seluruh penjuru dunia hingga mencapai sekitar 3,1 sentimeter sejak tahun 1979.

Meskipun angka kenaikan 3,1 sentimeter mungkin terdengar sangat kecil atau sepele secara kasat mata, dampak jangka panjang yang ditimbulkannya sangatlah destruktif. Para pakar iklim menegaskan bahwa setiap penambahan satu sentimeter pada kenaikan permukaan laut berpotensi kuat memicu krisis iklim parah, termasuk bencana banjir besar yang mengancam keselamatan berbagai wilayah daratan pesisir di seluruh dunia.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰