SARIBERITA.ID, Humbang Hasundutan - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mendorong upaya transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) demi memperluas pemenuhan pelayanan dasar masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Di era baru ini, peran Posyandu dipastikan tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan semata, melainkan akan menjangkau berbagai kebutuhan dasar masyarakat secara lebih menyeluruh.
Langkah strategis ini disampaikan secara langsung oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Laode Ahmad P. Bolombo, dalam agenda Rapat Koordinasi Teknis Pembinaan Lembaga Posyandu. Acara yang menyoroti implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) ini diselenggarakan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Adapun enam bidang layanan minimal yang kini menjadi cakupan Posyandu meliputi sektor pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat dan sosial.
Dalam rapat tersebut, ditekankan pula pentingnya pembenahan administrasi kelembagaan. Berdasarkan data Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel), tercatat ada 238.660 lembaga Posyandu. Namun, dari jumlah tersebut baru sebanyak 13.605 lembaga yang telah teregistrasi secara resmi.
Merespons hal ini, Laode Ahmad P. Bolombo selaku Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri menegaskan bahwa registrasi kelembagaan tersebut sangatlah krusial. Registrasi dinilai penting untuk memperkuat sistem pembinaan, memudahkan evaluasi, serta membuka jalan akses yang lebih luas terhadap dukungan dan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Lebih lanjut, Laode juga meminta agar seluruh pihak bersinergi dan berkolaborasi dalam mengawal transformasi ini. Ia secara khusus berharap agar kelompok penggerak seperti PKK dapat lebih proaktif di lapangan.
"Saya yakin ibu-ibu ketua ini sangat aktif menggerakkan. Selain itu, diperlukan kolaborasi yang mungkin melibatkan pemerintah daerah, pihak dunia usaha, organisasi masyarakat lainnya, dan unsur media. Kalau kita lihat dari paparan tadi, tujuannya adalah untuk selalu menghadirkan inovasi-inovasi dan mengembangkan kapasitas para kader," ungkap Laode Ahmad P. Bolombo.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar