SARIBERITA.ID, Jakarta - Pemerintah terus berupaya memutus mata rantai kemiskinan di Tanah Air melalui jalur pendidikan[cite: 2]. Salah satu wujud nyata kehadiran negara adalah dengan memastikan lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin kembali mendapatkan akses pendidikan berkualitas secara gratis melalui program Sekolah Rakyat[cite: 2]. Program bantuan ini menaungi para peserta didik mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)[cite: 2].
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial, Devi Deliandi, memaparkan perkembangan positif dan esensi dari program pemerataan pendidikan tersebut[cite: 2]. "Pemerintah memastikan lebih dari 44.000 anak dari keluarga miskin jenjang SD, SMP, hingga SMA kembali mendapat akses pendidikan berkualitas secara gratis sehingga kemiskinan orang tua tidak lagi menjadi penghalang masa depan anak," ujar Devi Deliandi[cite: 2].
Lebih lanjut, Devi Deliandi selaku Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial menjelaskan bahwa jangkauan program Sekolah Rakyat kini mengalami perluasan skala dan lonjakan yang sangat signifikan[cite: 2]. Saat ini, program mulia tersebut telah berhasil menjangkau 182 titik lokasi, yang angkanya meningkat pesat dari tahun pertamanya di mana program ini hanya mencakup 166 sekolah dengan lebih dari 14.700 peserta didik[cite: 2].
Guna memastikan bahwa bantuan pendidikan ini benar-benar tepat sasaran dan menyasar kelompok masyarakat yang paling rentan, pemerintah melakukan tahapan seleksi penentuan penerima manfaat melalui mekanisme yang ketat[cite: 2]. Pemilihan penerima manfaat dari program gratis ini sepenuhnya berbasis pada pedoman Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTS)[cite: 2].
Sejauh ini, tahapan pembangunan fisik gedung permanen Sekolah Rakyat telah berhasil dirampungkan di 93 titik lokasi[cite: 2]. Puluhan gedung sekolah tersebut juga dilaporkan telah mulai beroperasi untuk aktivitas belajar mengajar sejak pertengahan Juli hingga awal bulan September ini[cite: 2]. Negara akan terus memperluas komitmen ini agar anak-anak kurang mampu yang selama ini tidak tertampung akibat kendala biaya bisa kembali duduk di bangku sekolah demi meraih cita-citanya[cite: 2]. [SB.102/CAHAYA]
0 Komentar