SARIBERITA.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan capaian strategis pemerintahannya dalam pidato yang disampaikannya pada acara peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Dalam sambutannya, Presiden menyoroti keberhasilan signifikan yang telah diraih negara, khususnya dalam sektor kemandirian pangan dan energi, selama kurang dari dua tahun masa pemerintahannya.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari sinergi dan kerja keras bersama antara jajaran menteri kabinet, koalisi pemerintahan, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
"Pemerintah telah mencatat berbagai keberhasilan di bidang swasembada pangan dan energi, dan hasilnya sudah dirasakan langsung oleh bangsa dan rakyat Indonesia," ungkap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dalam sektor ketahanan pangan, Presiden memaparkan bahwa Indonesia kini telah berhasil mencapai target swasembada pangan dengan cadangan pasokan yang terbilang cukup dan memadai. Tidak hanya itu, pemerintah juga telah merumuskan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi ancaman cuaca buruk dan kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.
Selain pangan, Presiden Prabowo juga menyoroti kemajuan pesat di sektor energi nasional. Ia menegaskan bahwa mulai 1 Juli 2026, Indonesia telah berhasil menghentikan keran impor bahan bakar solar dari negara lain. Indonesia kini telah sepenuhnya mandiri dalam memproduksi solar sendiri, yang salah satunya berasal dari pemanfaatan kelapa sawit dalam negeri.
Sebagai bentuk komitmen lanjutan untuk memperkuat kedaulatan negara dan kemandirian maritim, pemerintah juga tengah merumuskan rencana strategis jangka panjang. Mulai tahun depan, pemerintah berencana untuk membangun ribuan kapal nelayan baru guna mendorong pengembangan serta pengelolaan sumber daya laut yang lebih optimal.
Langkah-langkah strategis ini ditegaskan Presiden sebagai bagian dari upaya berkesinambungan untuk terus mendorong kemandirian pangan dan energi di Indonesia, sekaligus menekan angka ketergantungan negara terhadap pasokan impor.[SB.104/Pebri]




0 Komentar