SARIBERITA.ID - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, akhirnya terlihat menghadiri rapat di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta. Kehadirannya ini secara khusus menyita perhatian publik lantaran ia sebelumnya tercatat sempat absen sebanyak dua kali berturut-turut di tengah derasnya sorotan kasus dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) yang tengah mengguncang kementeriannya.
Agenda yang diikutinya kali ini adalah Rapat Pleno untuk pengesahan tingkat I Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria. Dalam pantauan di lokasi, Nusron Wahid tampak hadir di ruangan dengan mengenakan kemeja berwarna putih lengan panjang dan peci hitam. Saat persidangan baru saja dimulai, kehadirannya secara langsung disapa oleh pimpinan sidang sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Di dalam ruang rapat, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, duduk berada satu barisan dan diapit oleh jajaran perwakilan pemerintah lainnya, yakni Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suharianto, serta Wakil Menteri Hukum, Eddy Hiariej.
Sebelum memasuki ruangan persidangan, Politikus Partai Golkar tersebut terlihat enggan memberikan banyak komentar maupun klarifikasi terkait kasus hukum yang menyeret institusinya kepada awak media. Ia beralasan langkahnya sedang terburu-buru demi mengejar jadwal dimulainya rapat pleno tersebut.
Kehadiran fisik Nusron Wahid memang tengah ditunggu-tunggu oleh banyak pihak pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Dalam kasus mafia pertanahan tersebut, KPK telah resmi menetapkan delapan orang tersangka, yang mana empat tersangka di antaranya diungkap oleh komisi antirasuah tersebut sebagai orang kepercayaan atau representasi dari sang menteri.[SB.104/Pebri]





0 Komentar