Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Diplomasi RI di Panggung Global, Indonesia Maju Calonkan Diri Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB 2029-2030

 

SARIBERITA.ID - Pemerintah Republik Indonesia secara resmi telah mengumumkan pencalonannya untuk kembali menduduki kursi sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada periode tahun 2029 hingga 2030 mendatang. Langkah strategis ini menjadi wujud nyata komitmen diplomasi Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kancah internasional.

Pernyataan pencalonan tersebut disampaikan secara lugas oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, saat mewakili negara dalam sesi penyampaian Pernyataan Nasional di Sidang Majelis Umum ke-81 PBB yang digelar di Markas Besar PBB, New York.

Dalam pidatonya, Menlu Sugiono menegaskan bahwa pencalonan ini membawa dua pilar komitmen utama yang selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang dianut Indonesia, yakni membina persatuan (fostering unity) dan memajukan perdamaian dunia (advancing peace).

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menjelaskan bahwa komitmen membina persatuan akan direalisasikan melalui upaya membangun kembali rasa saling percaya antarnegara terhadap sistem multilateral, sekaligus menjaga agar saluran dialog terus terbuka. Sementara itu, upaya memajukan perdamaian akan diperjuangkan dengan cara terus menjunjung tinggi hukum internasional dan memanfaatkan berbagai instrumen diplomasi yang tersedia secara efektif.

"Bapak Presiden, dalam semangat inilah Indonesia mengajukan pencalonannya untuk menduduki kursi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk masa jabatan 2029-2030. Komitmen kami sangat jelas, yaitu membina persatuan dan memajukan perdamaian. Membina persatuan berarti membangun kembali kepercayaan pada sistem multilateral dan menjaga saluran dialog tetap terbuka," urai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, dalam bahasa Inggris.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya ketaatan terhadap norma hukum global dalam menyelesaikan setiap konflik.

"Memajukan perdamaian mengharuskan kita untuk menegakkan hukum internasional dan memanfaatkan instrumen yang tersedia bagi kita secara efektif. Indonesia akan bekerja untuk menjaga ruang dialog tetap terbuka, membangun titik temu, dan mengubah tanggung jawab bersama menjadi kerja sama praktis," tegas Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono.

Menlu Sugiono juga menambahkan bahwa pengalaman panjang, pengorbanan, serta dedikasi dari Pasukan Penjaga Perdamaian (Peacekeepers) asal Indonesia yang tergabung dalam misi UNIFIL akan terus mewarnai bentuk kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan global ke depannya.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰