Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Dampak Karhutla Makin Parah, Lebih dari Lima Ribu Warga Berau Terkena ISPA

 

SARIBERITA.ID, Berau - Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, semakin memburuk dan mulai mengancam kesehatan masyarakat. Kondisi kabut asap yang kian pekat membuat kualitas udara di sejumlah wilayah tersebut kini masuk ke dalam kategori sangat tidak sehat.

Berdasarkan catatan Dinas Lingkungan Hidup, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada periode 18 hingga 20 September terpantau berada di level sangat tidak sehat. Dampak langsung dari buruknya kualitas udara ini tergambar jelas dari melonjaknya angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mencatat sedikitnya terdapat 5.184 kasus ISPA yang tersebar di 21 Puskesmas sejak karhutla melanda daerah tersebut. Data ini menunjukkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya mencemari udara, tetapi juga sudah sangat dirasakan oleh warga sekitar.

Guna memantau kondisi udara secara lebih terkontrol, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah antisipatif dengan memasang alat Air Quality Monitoring System (AQMS) portabel di halaman kantor bupati. Alat pemantau ini terhubung langsung dengan sistem pemantauan milik Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga kualitas udara di Berau dapat dipantau secara lebih akurat.

Proses pemasangan alat pengukur kualitas udara tersebut dipantau langsung oleh jajaran pimpinan daerah. Gamalis selaku Wakil Bupati Berau mengungkapkan bahwa langkah penyediaan alat ini diambil untuk merespons kondisi kabut asap yang semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir. "Karena beberapa hari ini pemantauan kawan-kawan DLHK dan BPBD ini kok semakin pekat. Sehingga kita harus menyiapkan alat sebagai pemantau PM 2.5 maupun PM lainnya," jelas Gamalis. [SB.102/CAHAYA]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰