SARIBERITA.ID, Cilegon - Dampak sebaran abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas erupsi gunung api yang melanda sejumlah wilayah memicu lonjakan drastis pada permintaan masker medis dan pelindung pernapasan. Sejak tebalnya paparan abu vulkanik menyelimuti kawasan permukiman dan jalan raya, masyarakat berbondong-bondong mendatangi apotek, minimarket, dan toko alat kesehatan untuk membeli masker guna melindungi diri dari bahaya gangguan saluran pernapasan.
Kenaikan volume penjualan ini dirasakan signifikan oleh para pelaku usaha farmasi di wilayah terdampak. Stok masker sekali pakai hingga jenis respirator dengan filtrasi tinggi dilaporkan habis terjual hanya dalam hitungan jam setelah hujan abu melanda.
Pemilik Apotek Berkah Medika, Hendra Setiawan, mengungkapkan bahwa angka penjualan masker di gerainya melonjak hingga lebih dari tiga kali lipat dibanding hari-hari normal.
"Permintaan mulai meningkat tajam sejak pagi hari ketika kabut abu vulkanik mulai tebal di jalanan. Warga banyak yang langsung membeli dalam jumlah kemasan kotak, terutama jenis masker medis tiga lapis dan KN95. Kami terus berkoordinasi dengan pihak distributor agar pasokan masker tambahan bisa segera tiba dan kebutuhan warga tetap tercukupi tanpa adanya kenaikan harga," ujar Hendra Setiawan.
Menanggapi fenomena tersebut, Dinas Kesehatan segera turun tangan untuk memantau ketersediaan serta mengantisipasi potensi penimbunan atau lonjakan harga masker yang tidak wajar di pasaran. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan pembagian masker gratis di sejumlah titik transportasi dan posko evakuasi bagi warga yang paling rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menegaskan pentingnya kedisiplinan memakai masker di tengah kondisi udara yang tercemar partikel vulkanik.
"Partikel abu vulkanik memiliki tekstur sangat halus dan tajam sehingga berisiko tinggi memicu iritasi saluran pernapasan, batuk, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kami mengimbau masyarakat untuk wajib mengenakan masker standar setiap kali beraktivitas di luar rumah. Kami juga memperingatkan seluruh pedagang dan apotek agar tidak memanfaatkan musibah ini untuk menaikkan harga masker secara sepihak," tegas Ati Pramudji Hastuti.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, membatasi kegiatan di luar ruangan jika tidak mendesak, serta menutup rapat sumber penampungan air bersih dan makanan agar terhindar dari kontaminasi debu vulkanik.
[SB.102/CAHAYA]





0 Komentar