SARIBERITA.ID - Di tengah kepungan asap pekat dan kobaran api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus mengganas di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, ratusan petugas pemadam tak kenal lelah berjuang di garis terdepan. Sebanyak 91 regu dengan total 500 personel gabungan saat ini diterjunkan untuk mengatasi titik-titik api yang terus meluas.
Salah satu sosok yang terus berjibaku dari pagi buta hingga malam tiba adalah Erslan, seorang Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Provinsi Kalimantan Tengah. Baginya, terik matahari, pekatnya asap, dan panasnya kobaran api telah menjadi tantangan keseharian di lapangan.
Tugas di garis depan ini bukan tanpa risiko emosional. Erslan mengungkapkan beban batin dan kesedihan mendalam yang kerap dirasakan oleh timnya, terutama ketika fasilitas masyarakat ikut dilahap api.
"Melihat rumah orang terbakar, kami menangis, bukan kami tertawa. Menangis karena kami gagal menolong padahal kami sudah berusaha. Upaya kita sudah dikerahkan dengan sumber daya yang ada, namun tetap terbakar. Nah, itu yang menurut kami menjadi kesedihan yang luar biasa," ungkap Erslan menceritakan pengalamannya.
Kondisi lapangan yang ekstrem, di mana angin kencang kerap membuat bara api berterbangan dari segala arah, menuntut kehati-hatian ekstra. Menurut Erslan, koordinasi dan kepatuhan pada sistem komando adalah kunci utama keselamatan, terutama bagi para personel baru.
"Kalau tim yang baru, kita tidak berani bawa ke dalam area (terbakar) kalau tidak ada arahan. Di lapangan itu enaknya satu komando. Jangan ada banyak komando karena itu yang bisa menyesatkan teman-teman. Jadi untuk penyelamatan, kita bergerak satu arah, mundur juga satu arah. Intinya dalam pemadaman lahan ini, jangan sesekali melawan arah angin," tegas Erslan.
Di sela-sela beban tugas yang berat dan kepungan asap, para petugas tetap berusaha menjaga moral tim. Duduk bersila beralaskan tanah sambil menikmati makan siang sederhana menjadi momen berharga untuk melepas penat dan bertukar canda tawa. Pada waktu istirahat singkat ini pulalah, kerinduan pada keluarga sering kali datang. Erslan kerap menyempatkan diri melakukan panggilan video (video call) untuk melihat wajah anak dan istrinya, sekadar memastikan mereka baik-baik saja.
Bagi para penjaga langit Palangkaraya ini, kerja tim dan saling menjaga adalah harga mati agar tak ada korban jiwa di lapangan.
"Pesan saya buat teman-teman Satgas, baik darat maupun udara, utamakan SOP-nya. Jangan melawan arah angin. Kalaupun harus menghindar, secepat mungkin mundur. Tetap semangat, jaga kesehatan, karena yang menunggu kita di rumah lebih banyak," pesan Erslan untuk seluruh rekannya.
[SB.103/Riskph]


.jpg)


0 Komentar