SARIBERITA.ID - Ketegangan di jalur strategis Selat Hormuz kembali memanas. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) baru-baru ini merilis sebuah rekaman video yang diklaim memperlihatkan sebuah kapal tanker mengalami kerusakan parah.
Dalam rekaman tersebut, kapal tanker yang diketahui bernama Al Ghaariya tampak meledak dan mengeluarkan asap hitam. Pihak Iran menyebutkan bahwa insiden kerusakan itu terjadi akibat kapal tanker tersebut terkena ranjau laut di kawasan selatan Selat Hormuz, setelah kapal itu diduga memasuki jalur pelayaran yang dilarang.
Namun, klaim dari pihak Iran ini langsung mendapat bantahan keras dari pihak militer Amerika Serikat. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menolak narasi mengenai ranjau laut dan menyatakan versi yang berbeda terkait insiden tersebut.
Menurut pernyataan CENTCOM, kapal tanker Al Ghaariya sebelumnya telah menjadi sasaran serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran. Tidak hanya itu, kapal tersebut juga dilaporkan kembali diserang dengan menggunakan pesawat tak berawak atau drone.
Saling bantah antara Iran dan Amerika Serikat ini semakin meningkatkan suhu perselisihan di kawasan tersebut. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang terus berlanjut terkait isu keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute maritim paling strategis dan menjadi jalur utama bagi perdagangan energi dunia.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar