Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Banjir Bandang Terjang Kabupaten Solok, Akses Jalan Nasional Terputus dan Kendaraan Tertimbun Lumpur


SARIBERITA.ID
– Banjir bandang berskala besar atau galodo menerjang kompleks Kantor Bupati Solok dan permukiman warga di sekitarnya pada Senin malam, 21 September 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Bencana ini membawa material lumpur pekat, bebatuan, serta gelondongan kayu yang mengakibatkan akses jalan nasional penghubung Kota Padang dan Kabupaten Solok putus total.

Banjir bandang ini tidak hanya merusak fasilitas umum dan infrastruktur, tetapi juga sempat memutus akses aliran listrik di beberapa titik lokasi kejadian.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Solok, AKP Indra Kusuma, yang turun langsung ke lokasi kejadian, menjelaskan bahwa air bah datang secara tiba-tiba menghantam permukiman warga setelah hujan mengguyur wilayah tersebut pada sore hari.

"Air bah turun langsung dari arah pegunungan (Gunung Talang) menghantam rumah warga. Sebenarnya ini bukan jalur sungai sehingga masyarakat sempat kaget saat tiba-tiba ada air bah yang begitu besar. Material lumpur yang menutupi jalan nasional ini diperkirakan tingginya mencapai satu meter dengan panjang area yang tertutup sekitar dua kilometer," jelas AKP Indra Kusuma.

Lebih lanjut, AKP Indra Kusuma memaparkan bahwa fasilitas pemerintahan di kompleks perkantoran Bupati Solok turut terdampak parah. Beberapa di antaranya adalah Kantor DPRD Kabupaten Solok, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, serta kantor BPBD. Tidak hanya itu, belasan kendaraan dilaporkan ikut terseret arus.

"Sampai tadi malam kami menemukan ada sekitar 12 unit kendaraan yang terseret dan tertimbun lumpur, yang terdiri dari truk, minibus, dan sepeda motor," tambahnya.

Terkait evakuasi korban, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, SAR, BPBD, relawan, dan personel Brimob Polda Sumbar terus melakukan penyisiran. Sejauh ini, petugas telah mengevakuasi empat orang korban ke rumah sakit, dengan rincian tiga orang mengalami luka ringan dan satu orang mengalami luka berat.

"Untuk korban jiwa yang mati tertimbun atau terbawa arus masih belum bisa kami sampaikan secara riil, karena kami masih dalam proses pencarian dan pendataan. Tadi malam kami juga terpaksa melakukan upaya paksa untuk mengevakuasi sebagian warga yang enggan pergi karena masih memikirkan harta bendanya. Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa," tegas AKP Indra Kusuma.

Saat ini, warga terdampak telah diungsikan ke posko yang lebih aman, yakni di Kantor Bupati dan kediaman resmi Wakil Bupati Solok yang posisinya berada di dataran lebih tinggi. Setidaknya, terdapat 8 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 36 jiwa yang telah terdata menempati lokasi pengungsian tersebut.

Untuk memulihkan akses mobilitas, tiga unit alat berat tambahan telah dikerahkan pada pagi harinya guna mempercepat pembersihan material lumpur dari jalan lintas utama nasional. Meskipun jalur lingkar (jalan baru) sudah bisa dilalui, petugas masih memberlakukan sistem buka-tutup karena kondisi tanah yang belum stabil.

Di akhir laporannya, AKP Indra Kusuma mengimbau seluruh pengguna jalan dan masyarakat agar menaati arahan dari petugas di lapangan demi keselamatan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan dari arah Padang menuju Solok, Dharmasraya, atau Jambi, untuk sementara waktu mengalihkan kendaraannya melewati jalur alternatif via Padang Panjang atau Bukittinggi agar kami dapat maksimal melakukan proses evakuasi," tutup AKP Indra Kusuma.

[SB.103/Riskph]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰