SARIBERITA.ID – Upaya mendorong akselerasi ekonomi kreatif nasional terus diwujudkan melalui penguatan kolaborasi industri di tingkat internasional. Sebagai salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pasar global bagi talenta tanah air, ajang ASEAN Music Festival 2026 yang digelar di Jimbaran Hub, Kabupaten Badung, Bali, menjadi momentum penting. Kolaborasi antar pelaku industri lintas negara ini dinilai krusial dalam meningkatkan daya saing musisi lokal agar mampu menembus panggung dunia.
Festival berskala internasional ini menghadirkan 49 musisi dan grup musik, serta didatangi oleh ratusan delegasi industri kreatif yang berasal dari Asia Tenggara, Asia, Eropa, hingga Amerika Utara.
Tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan musik, agenda ini bertransformasi menjadi ruang jejaring (networking), wadah pertukaran budaya, serta titik temu strategis antara musisi lokal dengan para pemangku kepentingan industri musik global, seperti promotor internasional, label rekaman, agen pemesanan (booking agent), hingga produser.
Dampak nyata dari penyelenggaraan ajang ini diakui sangat dirasakan oleh para musisi yang pernah berpartisipasi. Perwakilan Penyelenggara ASEAN Music Festival mengungkapkan bahwa festival ini secara konsisten memberikan dampak lanjutan yang kerap mereka sebut sebagai "Asian Effect".
"Untuk alumni, kami senang sekali karena banyak dampaknya setelah acara ini. Contohnya seperti The Panturas dari Bandung yang akhirnya bisa tampil di Fuji Rock Festival di Jepang. Lalu ada grup musik asal Bali, Milly the Nils, yang kemarin tampil di Barcelona, Spanyol dalam acara Primavera Pro. Ada juga Morbit Monkey, grup musik baru yang kita temukan dari ajang ini tahun lalu, minggu depan mereka akan terbang ke Korea untuk tampil di Zandari dan baru saja pulang dari Prancis untuk Les Scat Festival," ungkap Perwakilan Penyelenggara ASEAN Music Festival.
Pihaknya berharap, edisi tahun ini dapat melahirkan lebih banyak lagi musisi nasional yang berhasil mengekspansi karya mereka ke pasar internasional.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat ekosistem kreatif lokal, acara ini juga menghadirkan program Bali Band Open Call. Program tersebut memberikan ruang khusus bagi para musisi lokal Bali untuk tampil dan dikurasi secara langsung oleh para delegasi internasional yang hadir.
Sementara itu, Perwakilan Manajemen Jimbaran Hub turut menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan acara yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini.
"Ini sudah masuk tahun ketiga Jimbaran Hub bekerja sama dengan ASEAN Music Festival. Kami sangat menyambut baik karena ini adalah kesempatan yang luar biasa. Ini adalah momen di mana terjadi pertukaran antara musisi dan pelaku industri musik dari Asia Tenggara, bahkan internasional, dan mereka semua bertemu di sini. Ini benar-benar kesempatan yang sangat berharga," jelas Perwakilan Manajemen Jimbaran Hub.
Langkah strategis melalui festival semacam ini sangat sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk terus memajukan sektor ekonomi kreatif. Melalui pengembangan talenta yang berkelanjutan, perluasan akses pasar, serta penguatan daya saing, industri kreatif nasional diyakini akan semakin kokoh dan siap menjadi pemain utama di kancah global.[SB.104/Pebri]




0 Komentar