Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dilaporkan meluas. Titik api yang terpantau berada di dua lokasi utama, yakni Alun-alun Surya Kencana dan Kawah Wadon, kini telah menghanguskan lahan seluas kurang lebih 20 hektare.
Memasuki hari kelima upaya pemadaman, situasi secara umum mulai bisa dikendalikan. Namun, hingga Senin (10/8) lalu, masih terpantau banyak sisa-sisa titik api dan kepulan asap di area tersebut. Kondisi ini tentu memicu kekhawatiran karena hembusan angin dapat membuat api kembali membesar dan memperluas area kebakaran jika tidak segera dipadamkan secara tuntas.
Menyikapi situasi ini, Kapolres Cianjur, AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi, menyatakan bahwa pihaknya terus mengupayakan berbagai cara dalam penanganan bencana. Pihaknya juga akan menggelar apel kesiapsiagaan yang melibatkan berbagai unsur terkait sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam penanganan kebakaran di Gunung Gede.
AKBP Ahmad Alexander juga mengungkapkan adanya rencana untuk meminta bantuan pemadaman jalur udara jika kondisi di lapangan semakin mendesak. "Jika sumber daya memungkinkan, kami akan bermohon untuk disiapsiagakannya water bombing dengan menggunakan helikopter. Akan tetapi sekali lagi ini asas prioritas, kita sadar betul di Bromo dan beberapa wilayah juga sedang terjadi (kebakaran)," jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa pemantauan titik api di lapangan sangat terbantu oleh teknologi yang dimiliki pihak taman nasional. "Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango telah memiliki fasilitas command center dan monitoring center. Alhamdulillah kemarin kami jumpai langsung di sana, mereka memiliki drone yang bisa steady di udara sampai beberapa jam yang siap untuk memantau di mana lokasi titik api," papar AKBP Ahmad Alexander.
Hingga saat ini, ratusan petugas gabungan masih disiagakan di berbagai titik, baik langsung di lokasi kebakaran maupun di posko Balai Besar TNGGP. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti awal mula munculnya api di kawasan konservasi tersebut.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar