SARIBERITA.ID Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda dan menghanguskan area lahan perkebunan di wilayah Beroangin, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Tim Satgas Karhutla gabungan yang terjun ke lapangan harus berjibaku dan bekerja ekstra keras untuk menjinakkan si jago merah. Upaya pemadaman sulit dikendalikan lantaran lokasi titik api berada di area perbukitan pada ketinggian yang cukup terjal. Kondisi geografis ini mengakibatkan personel dan armada mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi titik api secara langsung.
Merespons laporan kejadian tersebut, tim Satgas Karhutla yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta dibantu oleh warga sekitar langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan. Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air milik TNI dikerahkan ke lokasi.
Danramil Wonomulyo Kodim 1402 Polman, Kapten Infanteri Ahmad Yani, yang memimpin penanganan di lapangan menjelaskan bahwa api di area bawah perbukitan sudah berhasil diatasi, namun titik api di bagian puncak masih terus berkobar.
"Kita atasi yaitu dengan pemadaman menggunakan mobil pemadam dari Yonif (Batalyon Infanteri) setempat dan dari UPTD Pemadam Kabupaten Polman. Saat ini kondisi terakhir api tinggal berada di bagian atas," ungkap Kapten Inf. Ahmad Yani saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, Kapten Inf. Ahmad Yani menuturkan bahwa tim gabungan saat ini memfokuskan upaya penyekatan agar api tidak semakin meluas ke area bawah.
"Karena sulitnya medan dan malam hari gelap, jadi kita hanya berada di bawah, menunggu dan mencegah jangan sampai (api) merambat ke bawah," tegasnya.
Penanganan cepat ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan Satgas Karhutla di Kabupaten Polewali Mandar. Terlebih, kondisi lahan yang saat ini sedang mengering akibat kemarau membuat material lebih mudah terbakar dan api berpotensi menjalar dengan cepat jika tidak segera diantisipasi.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar