SARIBERITA.ID Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah Nepal dan Tibet mengakibatkan kerusakan luar biasa dan memicu krisis kemanusiaan. Jumlah korban tewas akibat bencana ini dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai ratusan jiwa.
Berdasarkan rekaman pantauan udara dari Kabupaten Nuwakot, Nepal, terlihat kerusakan yang sangat parah pada bangunan-bangunan milik warga. Area di sekitar tepian sungai juga hancur lebur setelah tersapu bersih oleh dahsyatnya terjangan banjir bandang.
Hingga saat ini, total gabungan korban jiwa di wilayah Nepal dan Tibet telah menembus angka 676 orang. Petugas penyelamat terus berpacu dengan waktu dalam operasi pencarian dan penyelamatan, mengingat sekitar 3.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang pascalongsor dan banjir.
Untuk menjangkau wilayah-wilayah terdampak yang kini terisolasi akibat terputusnya akses darat, otoritas setempat telah mengerahkan helikopter militer dan pesawat tanpa awak (drone). Armada udara ini ditugaskan secara khusus untuk mendistribusikan bantuan logistik darurat, seperti makanan dan pakaian, bagi para penyintas.
Saat ini, salah satu titik fokus utama tim pencarian dan penyelamatan diarahkan pada lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Di lokasi strategis tersebut, ratusan orang dikhawatirkan masih terjebak di dalam terowongan bawah tanah proyek yang kini telah dipenuhi oleh material lumpur pekat.
Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan berisiko tinggi. Tim penyelamat terus disiagakan untuk menghadapi potensi bencana lanjutan, terutama ancaman banjir susulan yang dapat terjadi kapan saja akibat terbentuknya sebuah danau baru di kawasan Pegunungan Himalaya pasca-rentetan tanah longsor.
[SB.103/Riskph]


.jpg)


0 Komentar