Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

iklan 728 x 90

Transformasi Pangan Nasional, Presiden Prabowo Siap Perkuat Ketahanan Pangan Dunia di Forum BRICS


 SARIBERITA.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali mencatatkan sejarah penting bagi ketahanan pangan nasional dan global. Dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, Kepala Negara memaparkan keberhasilan transformasi besar Indonesia di sektor pertanian.

Di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil membalikkan keadaan dari negara pengimpor ketergantungan menjadi negara mandiri yang mampu mengekspor komoditas pangan utama.

"Selama bertahun-tahun, Indonesia adalah importir gandum, beras, dan jagung terbesar. Namun sekarang, kita adalah eksportir dan kita akan mampu meningkatkan dukungan pangan bagi seluruh dunia," tegas Presiden Prabowo Subianto.

Pencapaian strategis ini, menurut Presiden, tidak hanya mengamankan kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang besar bagi ekonomi hijau (green economy) sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global. Ia memandang bahwa aliansi negara-negara BRICS pada dasarnya merupakan sebuah rantai pasokan raksasa yang sangat potensial. Tugas utamanya saat ini hanyalah menghubungkan dan mengoptimalkan kekuatan tersebut agar menjadi sumber nilai yang jauh lebih besar bagi seluruh anggota.

"Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita berindustrialisasi bersama dan mengoptimalkan sumber daya serta kapasitas yang kita miliki bersama," seru Presiden Prabowo.

Selain memaparkan visi di sektor pangan dan industrialisasi, Kepala Negara juga menyoroti urgensi ketahanan di sektor energi. Ia meyakini bahwa fondasi kerja sama yang kuat antarnegara BRICS harus terus diwujudkan dalam bidang-bidang esensial yang secara langsung memengaruhi ketahanan resiliensi negara.

"Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita sedang menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat ketahanan energi di seluruh kawasan kita untuk menggerakkan perekonomian, serta membangun ketahanan yang berkelanjutan," pungkas Presiden Prabowo.

Inisiatif dan tawaran konkret dari Indonesia ini diharapkan dapat menjadi motor pendorong utama dalam membangun tatanan ekonomi internasional yang saling melengkapi, adil, dan tangguh di masa depan.[SB.104/Pebri]

Posting Komentar

0 Komentar

Sistem Pengarsipan Digital
✕
✕
☰