SARIBERITA.ID Fasilitas kesehatan kembali menjadi sasaran dalam konflik yang memanas di Timur Tengah. Rumah Sakit Ghandour yang terletak di kawasan Nabatieh Al-Fawqa, Lebanon Selatan, dilaporkan hancur total akibat gempuran serangan udara yang dilancarkan oleh militer Israel pada hari Minggu waktu setempat.
Bangunan rumah sakit tersebut kini hanya menyisakan puing-puing. Sejumlah alat berat tampak diturunkan ke lokasi kejadian untuk mengangkat material reruntuhan dan membersihkan sisa-sisa bangunan dari kompleks rumah sakit yang mengalami kerusakan sangat parah.
"Rumah Sakit Ghandour di Nabatieh Al-Fawqa di Lebanon Selatan hancur total setelah Israel meluncurkan serangan udara pada Minggu waktu setempat. Bangunan rumah sakit kini menjadi puing," ungkap Pembawa Berita
Terkait kondisi fasilitas kesehatan ini, pihak berwenang Lebanon memberikan klarifikasi bahwa operasional Rumah Sakit Ghandour sebenarnya telah dihentikan sejak dua bulan yang lalu. Penghentian layanan ini terpaksa dilakukan akibat semakin intensifnya serangan-serangan yang terjadi di wilayah sekitar Nabatieh.
Sebelum eskalasi konflik meningkat, rumah sakit ini dikenal aktif memberikan layanan medis esensial bagi warga setempat. Bahkan, di tengah situasi krisis, kompleks rumah sakit ini juga sempat difungsikan sebagai tempat berlindung bagi para warga sipil yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Di sisi lain, Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) tidak membantah operasi tersebut. Pihak militer Israel secara terbuka membenarkan bahwa mereka telah melancarkan serangan udara yang menargetkan kompleks rumah sakit tersebut. Namun, pihak Israel berdalih dan menuduh bahwa kelompok Hizbullah telah menyalahgunakan fasilitas medis tersebut dengan menjadikannya sebagai pusat komando militer mereka.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar