SARIBERITA.ID – Pasukan Zionis Israel kembali melancarkan serangan udara yang menghantam sebuah kendaraan sipil di wilayah Kota Gaza, Palestina. Peristiwa penyerangan terhadap warga sipil ini dilaporkan dalam tayangan program berita Selamat Pagi Indonesia oleh presenter Metro TV.
Serangan udara tersebut menyasar langsung mobil milik warga yang tengah berada di kawasan Kota Gaza. Insiden ini menyebabkan sedikitnya satu orang terbunuh di lokasi kejadian dan melukai beberapa warga sipil lainnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kobaran api besar sempat membakar dan menghanguskan seluruh badan mobil yang menjadi sasaran serangan. Kendaraan warga sipil tersebut tampak ringsek parah dan hangus terbakar di tengah jalanan kota yang dikelilingi bangunan rusak.
Merespons serangan itu, tim penyelamat segera dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan darurat. Petugas penyelamat bersama warga setempat langsung berjibaku mengevakuasi para korban dari lokasi hantaman serangan udara tersebut.
Rentetan serangan mematikan ini terus berlanjut di tengah masa jeda kemanusiaan yang seharusnya dipatuhi oleh pihak-pihak terkait. Meskipun perjanjian gencatan senjata telah berjalan sejak bulan Oktober 2025 lalu, nyatanya aksi kekerasan dan serangan udara di wilayah Gaza masih terus terjadi hingga kini.
Kementerian Kesehatan Palestina turut menyampaikan pembaruan data resmi mengenai dampak jatuhnya korban selama masa berjalannya kesepakatan tersebut. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina, terhitung sejak gencatan senjata dilakukan, lebih dari 1.400 warga Palestina telah gugur.
Bertambahnya jumlah korban secara signifikan pascagencatan senjata ini menunjukkan bahwa ancaman serangan udara terhadap warga sipil di Kota Gaza belum berhenti. Kondisi tersebut terus menambah daftar panjang jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil Palestina.
Secara akumulatif, data Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa total korban jiwa di Jalur Gaza kini telah menembus angka lebih dari 74.000 orang. Selain puluhan ribu warga yang gugur, tercatat ratusan ribu orang lainnya mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan di wilayah tersebut.
[SB.103/Riskph]


.jpg)


0 Komentar