SARIBERITA.ID Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara yang menghantam sejumlah wilayah di Provinsi Nabatieh, Lebanon Selatan, pada Minggu dini hari. Serangan ini mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang masif.
Berdasarkan rekaman visual di lokasi kejadian, tampak asap tebal membubung tinggi dari sejumlah titik yang menjadi sasaran gempuran. Beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan parah, sementara tim ambulans dan petugas darurat langsung dikerahkan ke lokasi terdampak untuk melakukan evakuasi.
Terkait jumlah korban, Pusat Operasi Darurat Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi bahwa serangan mematikan tersebut telah memakan puluhan korban. Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dan 20 orang lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman rudal di sejumlah titik, meliputi wilayah Upper Nabatieh, Al-Rahibat, Arab Salim, dan Kfarreman.
Merespons serangan ini, pihak Militer Israel memberikan pernyataan resmi bahwa operasi militer tersebut dilakukan sebagai bentuk balasan. Israel menyebut bahwa kelompok Hizbullah sebelumnya telah meluncurkan dua buah drone (pesawat nirawak) bermuatan bahan peledak ke wilayah mereka. Pihak militer Israel mengecam tindakan Hizbullah tersebut dan mengategorikannya sebagai sebuah pelanggaran yang serius.
Selain melancarkan serangan, pihak Militer Israel juga dilaporkan telah mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga sipil di sejumlah wilayah sekitar sebelum mereka melanjutkan serangan udara tahap berikutnya.
Eskalasi konflik bersenjata ini terjadi di tengah jalan buntu upaya diplomasi. Sebelumnya, perundingan tingkat tinggi antara pihak Lebanon dan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat telah digelar di Roma pada bulan Agustus lalu. Namun, pertemuan tersebut berakhir buntu dan belum menghasilkan kesepakatan apa pun terkait penyelesaian keamanan maupun penarikan pasukan di perbatasan kedua negara.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar