SARIBERITA.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa rentetan peristiwa bencana alam yang kerap melanda Tanah Air belakangan ini merupakan konsekuensi logis dari posisi geografis Indonesia. Secara geografis, wilayah Nusantara berada tepat di kawasan yang dikenal luas sebagai Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire.
Kondisi tersebut secara alamiah menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh elemen negara. Presiden menekankan bahwa pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, harus selalu siap sedia dalam menghadapi berbagai situasi darurat kebencanaan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
"Karena kita ada di Ring of Fire, kita siap. Ternyata juga erupsi terjadi lagi di beberapa tempat ya, di Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Halmahera. Ini kita monitor terus," ujar Presiden Prabowo Subianto.
Meski menilai bahwa upaya penanganan yang dilakukan jajarannya sejauh ini sudah maksimal, Presiden memastikan bahwa seluruh proses penanggulangan tersebut akan terus dievaluasi dan dijadikan acuan untuk merencanakan langkah-langkah mitigasi ke depan.
Guna meningkatkan efektivitas pemantauan dan respons cepat bencana, Presiden Prabowo memerintahkan kolaborasi lintas sektoral yang lebih kuat. Ia secara khusus meminta para Menteri, Gubernur, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kepala Badan Geologi, untuk menjalin kerja sama operasional yang lebih erat.
Lebih lanjut, dalam rangka optimalisasi mitigasi dan pemantauan aktivitas alam, Kepala Negara bahkan mewacanakan kemungkinan adanya restrukturisasi kelembagaan.
"Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi ya nanti kita bahas hal itu," pungkas Presiden Prabowo.[SB.104/Pebri]




0 Komentar