SARIBERITA.ID| Kebijakan perombakan susunan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan pada era kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa kini menuai gelombang protes. Buntut dari protes tersebut, Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, secara langsung meminta Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, untuk segera menunda atau membatalkan kebijakan perombakan itu.
Permintaan penundaan ini mencuat bukan tanpa alasan. Hal ini disampaikan setelah munculnya temuan mengenai sejumlah nama yang diangkat menjadi pejabat namun diduga kuat tidak melewati tahapan seleksi yang semestinya, yakni proses asesmen (assessment) dan manajemen talenta (talent management).
Menanggapi polemik yang tengah bergulir, Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Ia menyebut masih menghimpun dan menunggu informasi komprehensif dari seluruh unit Eselon I mengenai kronologi dan proses penunjukan pejabat tersebut.
Menurut Suahasil, mekanisme penunjukan pejabat di kementerian sejatinya memiliki jenjang dan selalu dilakukan secara bersama-sama antar satuan kerja.
"Saya masih sekarang mencoba menunggu dari teman-teman seluruh unit Eselon I. Karena kan yang namanya penunjukan pejabat itu ada jenjang-jenjangnya, dan kemudian juga dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unit," terang Suahasil Nazara.
Lebih jauh, polemik perombakan susunan pejabat di Kementerian Keuangan ini santer diduga menjadi pemicu utama di balik dicopotnya Purbaya Yudhi Sadewa dari posisinya sebagai Menteri Keuangan beberapa waktu lalu.
Meski demikian, dugaan tersebut langsung dibantah dengan tegas oleh pihak Istana. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamen Sesneg), Bambang Eko Suharianto, menampik bahwa pergantian tersebut dilatarbelakangi oleh konflik internal kementerian.
Bambang menegaskan tidak ada hal istimewa atau insiden khusus yang mendasari pergantian jabatan Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.
"Tidak ada yang istimewa. Pergantian kapan saja, sebetulnya menteri atau wakil menteri itu siap diganti. Kalau dari perspektif kita dari Istana, sebetulnya pergantian itu adalah sesuatu yang lumrah saja," tegas Bambang.[SB.101/R]





0 Komentar