SARIBERITA.ID — Upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga Anak Buah Kapal (ABK) dari kapal KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang masih terus dilakukan. Memasuki hari kesembilan pencarian, kapal perang KRI Kerambit dikerahkan secara khusus untuk menyisir kawasan perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau guna menemukan kedelapan personel tersebut.
Dari atas geladak KRI Kerambit, para petugas terus melakukan penyisiran secara intensif. Operasi pencarian maritim ini difokuskan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan menjadi lintasan atau lokasi hilangnya kapal, mulai dari kawasan tenggara Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Sertung, hingga kawasan perairan Pulau Rakata.
Dalam upaya menemukan para korban, tim pencari tidak hanya mengandalkan pengamatan visual secara langsung menggunakan teropong. Petugas di KRI Kerambit juga memaksimalkan penggunaan sejumlah teknologi navigasi dan pemantauan maritim yang canggih, seperti sistem radar, peta elektronik, serta AIS (Automatic Identification System) untuk memantau setiap pergerakan objek di perairan tersebut secara presisi.
Meski telah mengerahkan armada dan teknologi mumpuni, operasi penyisiran ini bukan tanpa rintangan. Kondisi alam di perairan Selat Sunda menjadi tantangan berat bagi tim. Gelombang laut dan arus air yang kerap berubah-ubah secara ekstrem, ditambah dengan terbatasnya jarak pandang di perairan, membuat proses penyisiran menjadi sangat sulit dilakukan.
Hingga kabar ini dilaporkan, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa belum ada temuan pasti maupun jejak baru yang berkaitan dengan keberadaan fisik kapal KM Arupadhatu 1 ataupun kedelapan personel yang hilang di laut.
Meski begitu, operasi kemanusiaan ini belum akan dihentikan. Pencarian rencananya akan tetap dilanjutkan secara maksimal pada hari terakhir masa operasi standar, demi menjaga harapan sekecil apa pun untuk dapat menemukan seluruh korban.
[SB.103/Riskph]





0 Komentar